Mengenal Komunitas Hape Djadoel Lombok (HJL)

Anggota Ribuan Orang, Berharap Jaringan 2G Jangan Dihapus

Komunitas Hape Djadoel Lombok
BERKUMPUL : Komunitas Hape Djadoel Lombok (HJL) berkumpul disalah satu kegiatan belum lama ini. (HJL For Radar Lombok)

Ditengah pesatnya perkembangan telepon seluler saat ini, ternyata masih  banyak warga yang menggunakan Handphone (HP) lawas. Pecinta HP jadul ini malah membentuk komunitas dan  diberi nama Hape Djadoel Lombok (DJL).


ALI MA’SHUM—MATARAM


Deretan HP lawas berjejer.Ada berbagai macam merek dan jenis dan  masih terawat dan  masih berfungsi dengan baik. Itulah HP milik anggota komunitas HPL ini. HP milik anggota komunitas ini rata-rata produksi lama. ” Jika ada yang ingin nostalgia dengan HP yang tidak pernah dipakai, ini bisa dilihat banyak jenisnya,” kata ketua HJL Setyo Pranoto kepada Radar Lombok, kemarin.

Awal berdirinya komunitas ini  dari hobi dari beberapa anggota. Karena memiliki kesukaan yang sama dan visi. Disamping itu, kumpulan ini ingin melestarikan HP lawas. Akhirnya terbentuk komunitas HJL tanggal 6 Mei 2016 di lapangan Sangkareang Mataram. ” Tahun 2014 sebenarnya sudah mulai ada tapi belum solid dan masih sendiri-sendiri,” jelasnya.

Saat ini BJL memiliki anggota 2176 orang. Anggotanya tersebar di seluruh Lombok dan Sumbawa. Namun anggota yang aktif dan sering mengikuti kegiatan sekitar 70 orang. ” Kami juga sering melakukan bansos dan saling support anggota lainnya. Kalau ada yang terkena musibah kita saling bantu,” Sebutnya.

Walaupun suka dengan HP lawas, komunitas ini tidak anti dengan produk terbaru seperti android dan sebagainya. Komunitas ini pun menggunakan android untuk promosi kegiatan. ” Kita gunakan juga untuk sharing. Kita juga posting iklan untuk mencari spare part. Kalau ada yang berminat juga kita iklankan,” ungkap Setyo.

Komunitas ini bukan hanya sekedar untuk berkumpul. Tapi melestarikan alat komunikasi yang sudah ada. Selain itu, HJL juga kampanye agar jangan sampai pemerintah menghapus jaringan 2G. ” karena kalau jarungan 2G dihapus, maka HP jadul ini sudah tidak bisa lagi dipakai,’’ harapnya.

Selain itu, jika jaringan 2G dihapus, maka bakal banyak pekerja provider yang kena PHK. Karena pemasukan akan berkurang dari SMS. ” Karena di desa masih banyak pengguna 2G. Walaupun kita pakai android, kita masih memerlukan 2G. Karena kebanyakan orang HP-nya itu rata-rata lebih dari satu,’’ sebutnya.

HP lawas disebutnya banyak memiliki keunikan. Mulai dari bentuk yang beragam.  Seperti memakai antena dan sebagainya. Kemudian ada seri tertentu yang memiliki keistimewaan. Ia sesumbar, biarpun HP jadul. Tapi teknologi yang digunakan sudah mutakhir. Belum lagi ada HP jadul type outdor. Type ini bisa digunakan di segala medan. Beda dengan HP yang ada saat ini.” Jadi sebenarnya ada HP jadul yang teknologinya lebih maju dari android. Ada juga HP yang benar-benar langka dan unik,” terangnya.

Ada juga kendala untuk merawat Hp jadul ini. Kebanyakan sulitnya mendapatkan spare part dan teknisi. Wajar saja, karena HP lawas ini sudah jarang ditemukan pasaran. Seperti IC charger, PA Signal, konektor baterai. ” paling sering LCD itu bermasalah,’’ jelasnya.

Mengantisipasinya,  HJL mencari informasi di komunitas lain di luar daerah. Nantinya bisa dibeli atau dibarter. Saking parahnya, bisa juga spare part didapatkan di pasar loak.” Kalau dengan komunitas lain biasanya kita beli. Ini biasanya untung- untungan karena bisa saja barang yang kita dapat itu mati total,” akunya.

Komunitas ini berkumpul sebulan sekali. Tujuannya untuk memperat silaturahmi. Selain itu juga sharing tentang permasalahan yang dihadapi. Tiap bulan komunitas ini mengeluarkan iuran seikhkasnya. Kemudian ada juga HP jadul yang dilelang. Hasilnya pun disumbangkan kepada anggota yang membutuhkan. Hal ini sesuai dengan motto BJL yaitu satu handphone sejuta saudara. ” Sharing ilmu lah kita disitu. Kita juga membahas siapa yang akan bantu dari sisa uang kas,” Katanya.

Disamping itu, HJL sering bertukar informasi dengan komunitas diluar daerah. Manfaatnya disebutnya banyak. Pertama untuk jual beli HP lawas maupun spare partnya. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari penipuan. Karena jual beli biasanya dilakukan melalui online. Sharing informasi ini bisa merekomendasikan situs atau lapak online yang bisa dipercaya. ” Istilahnya kita bisa tahu lapak yang recomended lah. Kita mengantisipasnya disetiap komunitas membuat rekening bersama untuk mencegah penipu online,” Ungkapnya

Kedepannya,BJL berharap bisa semakin solid dan kompak,masyarakat juga diharapkan jangan melupakan HP lawas.” Karena anak muda sekarang banyak yang belum mengenal.

HP lawas inilah cikal bakal alat komunkasi saat ini HP. Ini kan teknologi,jadi tidak bisa kita lupakan begitu saja. Semoga makin banyak lagi yang melestarikan ini. Karena HP lawas  itu alat komunitas yang paling simple,” tandasnya.(*)