Mengenal Komunitas Fhotography Hijabers Lombok

Mengenal Komunitas Fhotography Hijabers Lombok
KPHL: Solihin penggagar KPHL yang kini anggotanya ratusan orang. (Solihin for Radar Lombok)

Para fotografer model hijab memiliki komunitas tersendiri. Sejumlah fotografer membentuk komunitas yang dinamakan Komunitas Fhotography Hijabers Lombok.


SUDIRMAN–MATARAM


Komunitas Fhotography Hijabers Lombok (KPHL) yang terbentuk sejak bulan Mei 2015 lalu. Penggagas terbentuknya komunitas ini yakni Solihin pria kelahiran 15 Januari 1976.

Sejak dibentuk, kini  jumlah anggotanya mencapai ratusan orang. 

Bagi para fotografer ini, komunitas ini tidak hanya tempat berkumpul untuk menyalurkan bakat atau hobi saja. Lebih dari itu,  ada pembelajaran positif yang terus digaungkan yakni pembelajaran dakwah.

Ketua KPHL Solihin mengatakan, di komunitas ini para fotografer bukan sekedar mencari model yang cantik lalu difoto. Sesuai dengan tujuan komunitas ini, bagaimana memasyarakatkan penggunaan hijab di masyarakat terutama muslimah. Melalui jepretan kameranya, foto-foto model hijab diharapkan dapat menginsipirasi masyarakat. ”Kami anggota komunitas tetap komitmen untuk terus menggaungkan hijab,” katanya, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (7/7).

Profesi yang dilakoni anggota komunitas ini tidak juga sekedar jadi ladang mencari uang. Ada pesan moral yakni sebagai sarana dakwah. ”Kenapa harus hijab? Karena  ada nilai – nilai religi yang bisa disampaikan kepada masyarakat melalui karya foto yang kami sajikan,” jelasnya.

Meski spesialis mereka pada model hijab, namun tantangan dan kesulitan yang dihadapi juga hampir sama dengan fotografer lain.  Solihin menyebutkan seperti saat mengarahkan model di dalam sebuah pemotretan merupakan pekerjaan yang sulit. Terkadang terlihat mudah, tapi sebenarnya tidak. Mereka yang sudah biasa, pasti lebih mudah ketimbang para pemula. “Kami lebih memilih model yang dalam kesehariannya memang berhijab. Biasanya sebelum pemotretan, kami kasih pembekalan dulu soal pose di depan kamera,” ungkapnya.

Memotret model itu yang ditonjolkan adalah modelnya, tapi kalau fotografi hijab harus fokus terhadap hijabnya.  ”Buat saya dan anggota komunitas, bukan wajah cantik yang kami cari, tapi model yang bisa merepresentasikan gaya berhijab,” jelas Solihin.

Bukan hanya sekedar melakukan pemotretan namun banyak kegiatan sosial yang telah dilakukan baik dengan kalangan model maupun anggota komunitas. Seperti aksi penggalangan dana peduli banjir Bima itu melibatkan semua anggota KPHL, seperti fotografer, model, pengusaha salon dan busana serta beberapa relawan.

Salah satu model hijab Nunung menyambut baik tebentuknya komunitas ini. Keberadaannya dinilai sangat membantu mengkampayekan  penggunaan hijab sesuai syariat Islam.  Apalagi dikalangan generasi muda sudah banyak yang terpengaruh zaman, sehingga penggunaan hijab mulai jarang dilakukan. (*)