Mengenal Iin Karina, Top 25 Putri Hijabfluencer 2022 Asal NTB

PUTRI HIJAB: The winner Putri Hijab NTB 2022, Iin Karina berhasil menyabet posisi top 25 pada ajang Putri Hijabfluencer 2022 yang diselenggarakan di Jakarta pada 24 November 2022 lalu. (IST/RADAR LOMBOK)

Provinsi NTB kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. The winner Putri Hijab NTB 2022, Iin Karina sukses menyabet posisi top 25 pada ajang Putri Hijabfluencer 2022 yang diselenggarakan di Jakarta pada 24 November 2022 lalu. Sekaligus berhasil membawa NTB sebagai provinsi terbaik 1 pada ajang bergengsi tersebut.

ADALAH Karin, sapaan akrabnya, kepada Radar Lombok gadis cantik asal Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat ini membagikan pengalaman dan perjuangannya, yang disebutnya tidak mudah. Selama mengikuti ajang muslimah tingkat nasional tersebut, hingga akhirnya keluar menjadi grand finalis top 25 Puteri Hijabfluencer tahun 2022.

“Alhamdulillah dapat top 25 besar Hijabfluencer tahun 2022 setelah melalui perjuangan panjang mulai dari pemilihan tingkat provinsi kemudian bisa melaju sampai ke tingkat nasional. Karena dibutuhkan wawasan yang luas, publik speaking, keaktifan, pengalaman modeling dan pemahaman pada produk,” terangnya, kemarin.

Siapa sangka dibalik kesuksesan yang sudah ditorehkan oleh Karin untuk mengharumkan nama NTB di tingkat Nasional. Nyatanya kurang mendapat perhatian dari Pemerintah. Mulai dari keberangkatan hingga kepulangannya dari ajang Puteri Hijabfluencer 2022. Tidak ada dukungan sama sekali yang diterima Karin. Justru dukungan banyak datang dari pihak legislatif di Senayan.

Sangat berbeda dengan finalis-finalis pada ajang kecantikan lainnya seperti Puteri Indonesia, Puteri Pariwisata dan Puteri Mandalika yang didukung Pemerintah. Padahal visi dan misi Karin dalam mengikuti ajang tersebut, yakni ingin mengenalkan sekaligus mempromosikan Pariwisata Halal NTB ke kancah nasional, bahkan hingga Internasional.

Baca Juga :  Perjalanan Melinda Trihapsari Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Karena itu, ke depannya Karin meminta kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk lebih perhatian dan memberikan dukungan kepada warga NTB lain yang akan mengikuti setiap event. “Visi yang saya bawa dalam ajang Puteri Hijabfluencer ingin menghijabkan Indonesia secara Islam dan budaya. Sekaligus misinya ingin membuka peluang usaha hijab,” ucapnya.

“Tempat nyeseknya, tidak ada support dari pemerintah. Padahal sudah mengajukan proposal dan surat audiensi secara resmi kepada Wali Kota Mataram, Bupati Lobar, hingga Gubernur NTB. Istilahnya sebagai anak minta izin kepada orang tuanya, namun tidak ada respon. Kalaupun tidak dikasih dana, minimal disambut atau di kasih motivasi untuk saya ketika berangkat berlaga,” sesalnya.

Terlepas dari didukung atau tidak oleh pemerintah, namun hal itu tidak menyurutkan niat dan kerja keras Karin untuk berjuang membawa nama NTB dalam kompetensi Puteri Hijabfluencer, dan berhasil mengalahkan 59 finalis dari 22 Provinsi di Indonesia lainnya.

Berkat kesabarannya, akhirnya usaha Karin membuahkan hasil. Karin berhasil masuk top 25 besar dengan mendapat penghargaan provinsi terbaik satu.

Paling tidak kata Karin, melalui event Puteri Hijabfluencer 2022 ini menjadi salah satu kontribusi dirinya dalam mendukung program Pariwisata Halal yang sedang dikembangkan Pemerintah NTB. Sesuai pesan yang diamanatkan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda ketika datang untuk memberi dukungan.

Baca Juga :  MENGENAL CITRA PUTRI BUDI ANDINI, SRIKANDI PETEMBAK BERBAKAT NTB

Diharapkan finalis Puteri Hijabfluencer dapat mendorong industri pariwisata halal NTB. Mengingat kemungkinan besar finalis Hijab Indonesia akan ditunjuk sebagai icon Pariwisata Halal NTB. “Setidaknya ajang ini media untuk mengangkat potensi pariwisata daerah, terutama Pariwisata Halal NTB agar makin dikenal di tingkat nasional bahkan Internasional,” kata Karin.

Sepulangnya dari ajang Puteri Hijabfluencer 2022, Karin mengaku banyak melakukan kegiatan positif. Paling tidak dapat memberi motivasi kepada para wanita diluar sana. Bahwa hijab tidak menjadikan pemiliknya kuno, juga bukan penghalang untuk wanita bisa berpretasi dan berkarya.

Lebih dari itu, ajaran Islam pun mewajibkan wanita untuk menutup aurat mereka, terutama bagi mereka yang sudah balig dan menikah.

Saat ini Karin tengah disibukkan dengan bisnis hijab yang dikelolanya sendiri, dengan memanfaatkan semua bahan baku lokal NTB. Karin yang juga mulai dikenal orang banyak pun kebanjiran job. Diantaranya menjadi brand ambassador pada sejumlah produk kecantikan, kuliner dan juga instansi.

“Saya mengikuti ajang Puteri Hijabfluencer tidak semata karena ingin memenangkan perlombaan. Seandainya masuk top 3 pun, saya anggap bonus. Setidaknya keberadaan saya memberikan manfaat bagi orang lain. Sehingga saat sudah tidak ada lagi di dunia, masih ada karya yang saya tinggalkan melalui kampanye hijab,” tutupnya bijak. (BUDI RATNASARI – MATARAM)

Komentar Anda