Mengenal Guru Tahfidz Berprestasi Ponpes Darul Iman

Sempat Mengajar di Malaysia, Diajak Pulang oleh Bupati

Mengenal Guru Tahfidz Berprestasi Ponpes Darul Iman
MENGABDI : Oki Robiawan tengah menyimak hafalan para santri di Ponpes Darul Iman. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

Banyak guru berprestasi asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) khusus pengajar Al-Quran. Mereka menyebar di beberapa daerah. Salah satunya adalah Oki Robiawan asal Dusun Todo Desa Bentek Kecamatan Gangga yang kini mengabdi di Ponpes Darul Iman Dusun Bentek Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang.


HERY MAHARDIKA-TANJUNG


Pemuda kelahiran tahun 1989 ini masih mengenang kisah perjuangannya ketika mengabdi di Kota Sabah Kinabalu, Malaysia tahun 2013 silam setelah ia lulus kuliah pada tahun 2012 di Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ) Jakarta.  Ia tidak ingin ilmu yang diperolehnya sia-sia. Sehingga ia pun memutuskan mengajar Ilmu Quran di Yayasan Darul Yatama Malaysia. Ia mengabdikan diri kepada anak-anak yatim piatu dengan penuh keikhlasan dan menerima upah yang tidak seberapa. “Saya hanya mengajar di Malaysia selama setahun,” tuturnya kepada Radar Lombok kemarin.

Ia sebenarnya ingin berlama-lama di Malaysia. Namun Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menghubunginya langsung, mengajaknya pulang dan mengajar di kampung halaman dengan mendirikan Ponpes Darul Iman. “Atas ajakan Pak Bupati itu akhirnya saya pulang,” ungkapnya.

Setahun kemudian tepatnya pada tahun 2015, didirikanlah Ponpes Darul Iman yang khusus mengajarkan tahfidz (ilmu menghafal Al-Qur’an. Ia sekarang mengabdikan dirinya untuk mengajarkan ilmu Quran dan membimbingkan ratusan santri. Para santri berasal dari berbagai daerah mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bali dan kabupaten dari provinsi lainnya. “Jumlah santri sampai saat ini mencapai 250 orang. Meskipun cukup terbilang masih muda, namun sudah menampung ratusan santri karena memiliki pendidikan khas yakni tahfidz,” terang alumni Sstudi Pendidikan Agama Islam (PAI) ini.

Selain itu, Oki juga mengajarkan Ilmu Al-Qur’an di Wisata Darul Quran Yusuf Mansyur di Komplek Taman Indah Kota Mataram. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pemandu penyiaran radio swasta di KLU yang membawa tema siaran dakwah islami. Ia selalu haus ilmu. Sehingga ia pun saat ini sedang menempuh pendidikan Pasca Sarjana di UIN Mataram dengan mengambil jurusan PAI. “Alhamdulillah sekarang sedang melanjutkan kuliah S2 di UIN Mataram dengan mengambil jurusan yang linear dengan gelar sarjananya,” ungkapnya.

Mengajarkan ilmu Quran, menurut Oki, karena Al-Quran adalah segala ilmu ada di dalamnya. Jika mampu memahami Al-Quran maka akan mampu ilmu-ilmu lainnya. Ia sendiri belajar tahfidz menyantri di Ponpes Aziziah Dusun Kapek Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2002 silam. Selama enam tahun ia berhasil menghapal 30 juz dan lulus pada tahun 2008.

Sejumlah prestasi berhasil diraihnya mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Pada tahun 2008 ia mengikuti lomba tahfidz golongan 30 juz tingkat provinsi mewakili Sumbawa dan berhasil meraih juara ketiga. Kemudian, juara tiga tingkat pondok 20 juz,dan tingkat pondok golongan 30 juz. “Berkat Al-Quran, saya juga menjadi official Kafilah KLU setiap event perlombaan MTQ dan STQ,” pungkasnya.(*)