Mengenal Dian Nurhani Safitri, Dokter Cantik Spesialis Narkoba

Hadapi Pencandu dengan Sentuhan Hati

dr. Dian Nurhani Safitri
dr. Dian Nurhani Safitri yang merupakan salah satu dokter spesialis pecandu Narkoba di Mataram. (Sudir/Radar Lombok)

Sebagai seorang dokter, pelayanan pasien tentu menjadi hal utama. Itulah yang dilakukan oleh dr. ddian Nurhani Safitri, salah satu dokter yang bertugas di Poliklinik BNN Kota Mataram. 


SUDIRMAN-MATARAM


Setiap hari di ruang khusus Poliklinik BNN Kota Mataram di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Sayang-Sayang, dokter cantik ini melayani pasien dengan ramah dan murah senyum. Rata-rata pasien ditemani keluarganya.  Mereka mendapatkan pendampingan khusus oleh pegawai BNN Kota Mataram.

BACA JUGA :  Hidup Sebatang Kara, Doa Terijabah Lewat Pasukan Bersajadah Hijau

Pasien yang datang adalah pecandu Narkoba, mereka yang mengalami ketergantungan obat-obat terlarang. Dokter yang akrab dipanggil Dokter Dian ini selalu ceria dalam menghadapi pencandu dari kalangan remaja sampai orang dewasa telah dihadapinya. Ia bertugas sejak tahun lalu. Taggung jawabnya lebih berat. Beda dengan dokter spesialis lainnya yang hanya sekedar menangani penyakit. Di kalangan pecandu, selain faktor obat juga ada efek penggunaan obat yang harus ditangani. “ Kita harus lebih sabar dalam menghadapi pasien, serta pendekatan dari hati,” katanya belum lama ini.

Bukan hanya dari kalangan dewasa,  namun selama ini sudah ada beberapa pecandu dari kalangan anak-anak yang sudah terjerumus dan ditanganinya. Ada beberapa tahapan dalam rehabilitasi pecadu Narkoba. Seperti tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi). Tahap ini pecandu diperiksa keseluruhan kesehatannya baik fisik maupun mental. Baru diputuskan apakah pecandi perlu diberikan obat tertentu untuk mengurani gejala putus zat (sakau) yang dideritanya.

Pemberian obat juga tidak sembarangan. Harus sesuai dengan jenis Narkoba yag mereka gunakan. Apakah jenis ringan atau berat. Disini dibutuhkan kepekaan, pengalaman, keahlian guna mendeteksi gejala kecanduan Narkoba. Beda dengan tempat praktek lain, dokter telah menyediakan beberapa obat maupun resep untuk gejala pasien. Menjadi dokter yang menghadapi kalangan pecandu ada kesan positif selama ini. Banyak pecandu yang menyesal menggunakan obat terlarang setelah mereka mengetahui dampaknya.

BACA JUGA :  Mengena Masrul Supriadi, Atlet Balap Sepeda Asal Mataram

Sedangkan tahap rehabilitasi non medis sudah ditentukan.  Tahapan selanjunya melalui pembinaan lanjut. Tahapan ini pecadu diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Pecandu dapat kembali beraktivitas, namun tetap berada di bawah pengawasan. Untuk setiap tahapan rehabilitasi, diperlukan pengawasan dan evaluasi secara terus menerus Terhadap proses pemulihan.” Keluarga juga sangat berperan besar, dukungan orang terdekat juga sangat mendukung dalam pemulihan,’’ ucapnya.

Melalui banyak metode, sudah ada beberapa pecandu yang sudah terlepas dari ketergantungan obat terlarang tersebut. Bahkan sudah mulai banyak yang melakukan aktivitas seperti semula.(*)