Mengenal Baiq Jahvania Awali, Atlet Panjat Tebing Muda NTB

Baiq Jahvania Awali
ATLET MUDA: Baiq Jahvania Awali ditemani ayahnya Lalu Ali Taufan di sela-sela latihan di GOR Pemuda, Mataram. (Abdi Zaelani/Radar Lombok)

Tidak selamanya olahraga panjat tebing didimonasi atlet dewasa. Baiq Jahvania Awali contohnya. Murid  SDN 9 Ampenan sudah mampu membawa nama NTB diajang kejurnas FPTI se-Indonesia.


ABDI ZAELANI-MATARAM


Tubuhnya yang mungil menggelantung di tali pada papan panjat tebing (climbing wall) di GOR Pemuda Mataram di Jalan Pendidikan. Tidak lama, dia meluncur ke bawah. Peluh membasahi dahinya tapi senyum di wajahnya tetap mengembang. Dialah Baiq Jahvania Awali  atlet panjat tebing NTB yang tengah berlatih bersama atlet lainnya.

Diantara semua atlet yang berlatih itu, Vania paling muda. Saat ini umurnya baru 11 tahun. Saat latihan, dia diawasi langsung oleh sang ayah Lalu Ali Taufan.

Vania tengah berlatih intensif menghadapi  kejuaraan nasional (Kejurnas) panjat tebing kelompok umur XII yang dilaksanakan di Taman Silo, Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) tanggal 23-29 Agustus mendatang. Vania mewakili NTB di kejurnas ini. ‘’ Dia masih duduk di bangku SD 9 Ampenan kelas V. Awalnya saya mau melihat dia untuk menekuni voli dan taekwondo karena saja juga atlet voli,’’ ucap sang ayah  Lalu Ali Taufan kepada Radar Lombok Jumat kemarin (4/8).

Vania memiliki keinginan kuat menjadi atlet panjat tebing.  Padahal olahraga yang ditekuni ini tergolong berbahaya. Dirinya  tidak bisa memaksa Vania  untuk mengikuti keinginannya agar putrinya itu menjadi atlet voli.

Panjat tebing mulai dikenal Vania saat berumur 7 tahun. Awalnya, dia hanya coba-coba memanjat. Rupanya, dia tertarik dan terus mencoba. Akhirnya, dia mulai latihan intensif. ‘’ Awalmya sih dia mencoba-coba namun saat tampil di kejuaraan Lombok Timur saat itu, ia mampu berada diposisi ke-2 dari sanalah ia mulai menekuni panjat tebing,” tuturnya.

Setelah ikut kejuaraan di Lombok Timur, Vania lalu mengikuti kejurnas  di Bali. Dia  turun di nomor  speed dan berhasil mempersembahkan yang terbaik. Kemudian saat mengikuti kejurnas di Surabaya beberapa bulan yang lalu ia berhasil meriah 5 poin.‘’ Dari sana ia latihan secara intensif di GOR Pemuda Mataram,’’ ucapnya.

Vania sendiri mengaku menyenangi olahraga ini. Meski tergolong muda dia tidak takut saat harus memanjat pada ketinggian dengan cepat. Dia mengaku olahraga ini punya tantangan dan risiko tinggi.’’ Saya tidak pernah takut memanjat dan olahraga ini sangat menantang,’’ ucapnya.

Hampir setiap hari, Vania latihan untuk terus meningkatkan kemampuannya. Dia ingin bisa memanjat dengan cepat. Apalagi sebentar lagi, dia menghadapi kejurnas.

Dia semakin semangat berlatih karena ada dukungan orangtuanya. Bahkan ayahnya selalu menemaninya saat latihan. “Saya harus bisa mempersembahkan yang terbaik untuk NTB.

Mudah-mudahan bisa berprestasi nanti di kejurnas,”harapnya(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid