Mengenal Apa Itu Infeksi Nosokimial

INFEKSI : Banyak pasien yang tidak sadar terifeksi saat tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Infeksi nosokomial bisa terjadi dari penularan pasien ke pasien lain, dari pasien ke pengunjung atau keluarga, atau dari petugas ke pasien.

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat pasien sedang dirawat di rumah sakit. Infeksi nosokomial (inos) bisa terjadi pada semua pasien baik anak, dewasa maupun orang tua.

Menurut dr Emiral Isfihan Kepala Bidang Pelayanan Medik di RSUD Kota Mataram menjelaskan infeksi nosokomial ini termasuk salah satu penyebab kematian  pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit. Pasien dinyatakan infeksi nosokomial jika pada awal pasien masuk rumah sakit tidak ada inpeksi namun menjadi infeksi setelah 3 hari perawatan.

Jenis Atau Gejala Infeksi Nosokomial

Infeksi penyakit ini bisa dikenali dari beberapa jenis atau gejala yang ditimbulkan oleh penderita.Jenis infeksi yang paling sering terjadi adalah: infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia (infeksi paru), dan infeksi pada luka operasi. " Infeksi nosokomial terjadi ketika pasien di sebuah rumah sakit tertular infeksi bakteri," kata dr Emir kemarin.

[postingan number=3 tag=”kesehatan”]

Infeksi ini  bisa berasal dari pengunjung pasien, antar pasien maupun petugas rumah sakit. Faktor lainnya yang mempengaruhi adalah kondisi pasien sendiri. Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah akan semakin berisiko. Faktor kebersihan dan sistem pelayanan rumah sakit pun sebenarnya menjadi hal yang dapat mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial.

Pengobatan pada infeksi nosokomial terkait erat dengan jenis infeksi yang dialami. Banyak jenis infeksi yang terjadi bisa ditangani dengan antibiotik.

 Pencegahan Infeksi Nosokimial

Cara paling efektif untuk mengurangi infeksi nosokomial adalah petugas rumah sakit diwajibkan untuk mencuci tangan secara rutin. Selain itu, mereka diharapkan memakai linen dan sarung tangan pelindung saat bekerja dengan pasien. Pihak rumah sakit juga diharapkan untuk mengontrol dan mengawasi kualitas udara di dalam rumah sakit. Semua pengunjung pasien dan keluarga yang menunggu pasien juga wajib mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien.

Sesuai standar akreditasi baik nasional maupun internasional, rumah sakit harus melakukan upaya pencegahan infeksi, ini yang dikenal dengan istilah PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi). PPI ini dijalankan di rumah sakit dalam bentuk komite, panitia atau tim sesuai dengan kondisi rumah sakit. " Prinsipnya PPI harus dijalankan dan mempunyai kinerja untuk mengevaluasi dan melakukan intervensi secara kontinyu,'' ungkapnya.

  Keberhasilan akreditasi pun dinilai salah satunya adalah berjalannya PPI. Semoga seluruh rumah sakit di NTB bisa menjalankan PPI dengan baik sehingga angka kejadian infeksi nosokomial dapat ditekan.(ami)