Mengenal Anisa Dwi Riskiani Utomo, Putri Mandalika 2018

Sempat Patah Semangat, Menang karena Dukungan Keluarga

Putri Mandalika 2018
MENANG: Anisa Dwi Riskiani Utomo keluar sebagai pemenang Putri Mandalika 2018. (M Haeruddin/Radar Lombok)

Pemilihan Putri Mandalika 2018 sudah dihelat sejak sebulan ini. Dan, panitia pun sudah mengumumkan nama pemenangnya.


M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK


ANISA Dwi Riskiani Utomo tidak bisa membendung air mata sukacitanya saat namanya disebut sebagai pemenang dalam pemilihan Putri Mandalika pada Festival Bulan Pesona Bau Nyale 2018 di Kabupaten Lombok Tengah. Gadis yang akrab di sapa Anisa yang usianya kini baru 16 tahun masih tidak menyangka jika dari 16 finalis yang bertanding. Namun dirinya yang mendapat juara, tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur sambil air matanya berlinang. Karena memang apa yang didapatkan itu sangat butuh perjuangan yang sangat panjang.

Anak ketiga pasangan Listo Utomo dan Sri  Insyani yang kini tingal di Kelurahan Praen Kecamatan Praya ini memiliki cerita pahit sebelum mengikuti ajang Putri Mandalika itu. Di mana sebelumnya ia sempat ditolak untuk menjadi anggota paskibraka, dengan adanya hal itu membuat dirinya seakan putus semangat dalam meniti karirnya. “Seleksi pas paskibraka kemarin saya ditolak, makanya saya tidak menyangka saja bisa mendapat juara sebagai Putri Mandalika tahun 2018 ini,” ungkap gadis yang kini duduk dibangku kelas X di SMA 4 Praya itu saat ditemui usai pengumuman lomba, kemarin.

Namun berkat motivasi dari orang tua dan sahabat terdekat membuat dirinya terus bertahan. Ia terus membuktikan kehebatan- kehebatanya agar bisa membahagiakan kedua orang tuanya. “Motivasi dari bapak dan ibu menjadi semangat saya untuk terus berusaha menjadi yang terbaik. Makanya saat saya ditolak pada Januari 2018 kemarin untuk ikut paskibraka, orang tua yang selalu hadir dalam memberikan suport,” tuturnya.

Dengan apa yang diraih saat ini, gadis kelahiran Wonosobo 21 September 2001 ini akan berusaha terus memajukan pariwisata yang ada di NTB khususnya yang berada di Lombok Tengah. Terlebih amanah yang diemban saat ini sangat-sangat berat untuk menjadi Putri Mandalika yang harus mencerminkan kebaikan. “Saya ingin sebagai contoh untuk bagaimana menjadi orang yang lebih baik dalam memajukan pariwsata,” katanya.

Ia juga tidak lupa berpesan kepada generasi muda saat ini agar tidak cepat putus harapan, untuk itu terus berkarya dan membuktikan kepada dunia bahwa semua orang sebenarnya bisa dalam berbagai hal. “Berbuat baik untuk daerah ini adalah harapan saya. Sehingga saya mengajak teman- teman terutama generasi muda untuk terus berkarya,” ajaknya.

Terlebih mengingat kondisi wisata yang belakangan ini semakin maju, maka ia sangat memiliki tanggung jawab untuk memperomosikanya. Namun di satu sisi, ia juga tidak terlepas memiliki komitmen yang kuat untuk bagaimana menjaga dan mengajak generasi muda agar tidak tergerus dalam pergaulan yang menyimpang. “Terima kasih atas semua teman dan keluarga yang mendukung saya selama ini, saya berhap jika amanah yang saya diberikan pada malam ini bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya dan bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara,” harapnya. (**)