Mengenal Aisyah Nurfiani, Pelajar MAN 2 Mataram yang Terpilih Mengikuti Youth Colaboration In Diversity di Turki

Aisyah Nurfiani Maulani (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

Sungguh prestasi yang membanggakan nama daerah (NTB), bahkan Indonesia. Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram, Aisyah Nurfiani Maulani, terpilih untuk mengikuti Youth Colaboration in Diversity di Istanbul Turki, tanggal 6-9 Februari 2023 mendatang. Bagaimana rentetan prestasinya?


ADALAH Aisyah Nurfiani Maulani, dara cantik dengan wajah keturunan Arab, yang saat ini masih duduk di bangku kelas XII IPS 1 MAN 2 Mataram. Dibalik penampilannya yang sederhana, ternyata tersimpan talenta yang luar biasa.
Aisyah tercatat sebagai salah satu siswa MAN 2 Mataram yang berhasil melalui seleksi ketat Istanbul-Youth Summit di Turki. Youth Summit dikelola oleh sebuah lembaga yang bertugas menyeleksi generasi muda suluruh dunia, untuk mengikuti simulasi sidang umum PBB.
Sama seperti MUN (Model United Nation) atau Asian Youth International Model United Nation (AYIMUN). Jumlah negara yang ikut yakni 180 negara. “Alhamdulillah, saya terpilih mengikuti Youth Colaboration in Diversity di Istanbul Turki, pada tanggal 6 – 9 Februari 2023 mendatang,” kata Aisyah kepada Radar Lombok, kemarin.
Caca, panggilan akrabnya, berdua dengan rekannya Amarylis Alusa, akan mewakili Indonesia seperti pendahulu-pendahulunya di MAN 2 Mataram, untuk mengkuti event internasional yang sangat bergengsi bagi generasi muda seluruh dunia.
Dibilang bergengsi, karena peserta yang mengikuti kegiatan internasional ini harus memiliki kemampuan bahasa Inggris level advanced (fluently-sangat baik). Selain itu juga dibutuhkan kemampuan debat dan negosiasi tingkat tinggi.


Pada even tersebut, setiap peserta akan dibagi ke dalam beberapa council, dan akan mempresentasikan setiap topik yang diberikan. Ajang ini juga akan mempertemukan generasi muda dengan berbagai latar belakang, yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenal budaya masing-masing.
Caca mengungkapkan, kalau dia memiliki kemampuan intelektual yang mengarahkannya untuk aktif dalam bidang diplomasi dan analisis yang baik. Dia termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan intelektualnya melalui hal-hal baru dan menantang, yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Sehingga dapat menjadi bekal untuk membangun dan mengembangkan kualitas diri.
Caca juga aktif berorganisasi. Bahkan sejak dia duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mataram, dia juga Pengurus Orsima (OSIS). Saat itu dia terpilih sebagai Seksi Keagamaan, yang tugasnya mengkoordinir siswa agar tertib menjalankan kajian dhuha tiap pagi. Kemudian mengoptimalkan program literasi baca Al-Qur’an yang dipraktekkan pada seluruh warga madrasah, berkontribusi aktif dan bertanggung jawab dalam mengelola pengumpulan dana takziah sebagai bagian acara setiap Jum’at, memberikan bimbingan dasar hukum Islam dalam masa orientasi siswa guna meningkatkan pengetahuan keagamaan.

Baca Juga :  MENGENAL MUHAMMAD FAISHAL, PERAIH BEASISWA DARI KEDUTAAN MESIR


Selain itu, kader Dakwah MTsN 1 Mataram ini juga merupakan anggota yang aktif dalam program dan mendukung jalannya kegiatan secara ideal, dengan berpartisipasi dalam tilawah Al-Qur’an dan kajian Islami.
Sementara di MAN 2 Mataram, Caca kerap berkontribusi dalam berbagai diskusi yang relevan, serta membangun relasi yang baik dengan rekan-rekannya maupun dengan guru-gurunya. Ia pun sering menjadi penghubung untuk guru dan rekan-rekannya dan membantu jalannya kegiatan.
Caca tergabung dalam Orsima (Organisasi Santri Madrasah) MAN 2 Mataram, yang fokus menjunjung hubungan antar individu serta melatih kemampuan kepemimpinan. “Alhamdulillah, saya berprestasi sejak duduk di bangku Tsanawiyah. Bahkan rentetan prestasi mengumpulkan medali dari berbagai even, baik Nasional maupun Internasional,” ucapnya.
Berbagai prestasi yang diraih tahun 2022 ini diantaranya terpilih sebagai delegasi Istanbul-Youth Summit, menyisihkan 393.241 pendaftar dari 180 negara. Kemudian mendapatkan Penghargaan Verbal Recommendation dalam Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN) di Malaysia.


Medali Emas dalam Kompetisi National Science and Social Competition (NSSC) 2.0 Bidang Sosiologi Tingkat Nasional. Medali Emas dalam Oli mpiade Edutainer Nusantara Bidang Sosiologi Tingkat Nasional. Second Runner Up dalam Kompetisi Pidato Bahasa Inggris Tingkat Nasional yang diadakan oleh Universitas Islam Jember.
Selanjutnya Medali Perak News Student Competition 2022 Bidang Sosiologi Tingkat Nasional. Third Winner Kompetisi Pidato Bahasa Inggris Tingkat Nasional yang diadakan oleh UIN Walisongo Semarang. Medali Perunggu Olimpiade Ajang Juara Bidang Sosiologi Tingkat Nasional.
Bukan hanya itu saja, kemampuan Caca berupa softskill dalam hal kepemimpinan, komunikasi efektif, kecerdasan emosional, analisis tidak diragukan. Di samping itu kemampuan hardskill berupa kepiawaian mengoperasikan microsoft office, google data studio dan kemampuan komunikasi bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris level advanced, melengkapi track record gadis jangkung ini.

Baca Juga :  Dari Sasambo Harum Fashion Show On The Street


Aisyah dan rekannya Amarilys Alusa sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Istanbul-Youth Summith Colaboration in Diversity pada tanggal 6-9 Februari 2023 yang akan datang. Saat ini dia fokus memperdalam kemampuan bahasa Inggrisnya, terutama public speaking, debat dan kemampuan bernegosiasi.
Dia akan bertemu dengan teman-teman dari 180 negara nanti, tentu kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris inilah yang diutamakan. “Saya senang sekaligus bersyukur menghadapi even besar ini. Apalagi negara Turki merupakan negara maju yang terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Eropa. Tentu orang-orang yang berkumpul di sana nanti adalah orang-orang hebat, dengan latar belakang yang berbeda. Yang utama disiapkan untuk menghadapi situasi ini, yakni mental yang kuat,” ucapnya.
Even ini bukan hanya sebagai ajang berkumpul kawula muda dari lima benua, namun juga sebagai ajang mereka untuk bisa berbagi tentang pengalaman bagaimana mereka bisa berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya nanti.


Kesempatan ini merupakan bekal bagi mereka untuk ikut berprestasi membela negara masing-masing. Intinya, jiwa kepemimpinan mereka benar-benar akan teruji pada even kelas dunia tersebut.
Terpisah, Kepala MAN 2 Mataram, Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd., sangat antusias dan bangga dengan capaian salah satu anak didiknya. Dengan berhasilnya Aisyah dalam even internasional ini, tercatat sudah 10 kali siswa MAN 2 Mataram yang tembus di ajang MUN dan AYIMUN. “Semoga ke depannya akan lebih banyak lagi siswa-siswa MAN 2 Mataram yang mengikuti senior-seniornya,” harapnya. (ABDI ZAELANI-MATARAM)

Komentar Anda