Mengena Masrul Supriadi, Atlet Balap Sepeda Asal Mataram

Awalnya Jadi Sales Motor,Sekarang Punya Banyak Piala

Mengena Masrul Supriadi, Atlet Balap Sepeda Asal Mataram
ATLET SEPEDA : Masrul Supriadi salah satu atlet sepeda asal Kota Mataram. (Sudir/Radar Lombok)

Mataram punya banyak bibit atlet sepeda. Ada yang sudah berhasil mengharumkan nama daerah di banyak ajang dan kompetisi. Salahs satunya adalah Masrul Supriadi (34 tahun) asal Lingkungan Pandan Salas Kelurahan Mayura.


Sudirman-Mataram


Masrul tercatat beberapa kali menjajal kompetisi tingkat nasional. Ia adalah pembalap yang benyali. Deretan gelar juara telah diraihnya. Itu terlihat dengan banyaknya piala di ruang tamunya saat dikunjungi koran ini kemarin.

Saat ditemui ia tengah bersantai. Ia menceritakan perjalanannya menjadi seorang atlet balap sepeda. Hobi bersepeda sudah ada sejak ia duduk di bangku kelas 1 SMP. Lulus SMA ia sempat vakum karena terbentur dengan pekerjaan sebagai seorang sales sepeda motor. “ Sudah beberapa event saya ikuti. Saya sampai juara tiga. Selama ini tidak ada perhatian pemerintah. Saya berangkat dengan biaya sendiri, tabungan dari hasil pekerjaan,” katanya.  

Ia memanfaatkan waktu luang untuk terus berlatih. Setiap hari meluangkan waktu selama dua jam untuk melatih diri mengitari Kota Mataram untuk menjaga stamina.

BACA JUGA :  Mengenal Sri Maya Dian, Putri Indonesia NTB 2017

Bermodal sepeda yang sudah dimodifikasi, ia mampu memperoleh beberapa penghargaan di tingkat nasional. Pria yang akrab disapa Adi ini menyebut dirinya khusus atlet balap sepeda dunhill. Saat ada ajang di Makassar awal tahun lalu, ia menyabet juara tiga. Sedangkan waktu beradu di Kediri Jawa Timur, ia harus puas di posisi keempat. Ada beberapa kategori dalam balap sepeda Dunhill.

Meski perhatian pemerintah masih kurang, namun ia tidak pernah patah semangat. Ia terus bertekad menoreh juara di tingkat nasional sampai internasional.  Baginya, atlet sepeda balap sangat berbeda dengan atlet Cabor lain. Atlet sepeda lebih ekstrim, apalagi saat bertanding, adu kecerdasan serta keberanian. “ Saya sampai terperosok ke lubang. Jatuh bangun sudah biasa, asal tetap juara,’’ pungkasnya. (*)