Mengandung E-Coli, Embung Bidadari Terancam Ditutup

Suardi (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAKeberadaan embung Bidadari di Dusun Jembe Barat Desa Saba Kecamatan Janapria, kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Pasalnya, embung tersebut dipercaya sebagian masyarakat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak ayal, masyarakat dari berbagai daerah mendatangi embung tersebut dengan harapan penyakit yang mereka derita bisa sembuh.

Namun apa yang diyakini sebagain masyarakat berbanding terbalik dengan ilmu kesehatan hasil penelitian Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Pasalnya, air di embung Bidadari ini memiliki kandungan bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit menular seperti diare, gatal-gatal, dan lainnya. Tidak menutup kemungkinan keberadaan embung ini akan ditutup karena dianggap membahayakan.

Kepala Dikes Lombok Tengah, Suardi menyatakan, pihak dinas sudah turun langsung untuk memeriksa kandungan air di embung Bidadari ini. Dari pemeriksaan air di embung ini dapat dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi, bahkan untuk mandi. Keberadaan air di embung ini dianggap berbahaya karena memiliki kadar Escherichia Coli atau E-Coli. Yakni, salah satu jenis spesien bakteri gram negatif. “Nanti kami akan publis hasil sampel air di embung ini secara bersama-sama dengan pihak kecamatan dan desa di lokasi embung Bidadari ini. Yang jelas hasilnya ditemukan kandungan E-Coli melebihi batas baku mutu air, kalau E-Coli lebih dari nol maka di sana ada indikasi tercemar oleh tinja atau kotoran manusia,” ungkap Suardi kepada Radar Lombok, Senin (22/8).

Baca Juga :  Empat CPMI Korban Kapal Tenggelam Kabur

Menurut Suardi, dengan tercemarnya oleh tinja manusia maka akan sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri karena akan mengarah ke penyakit diare dan sangat berbahaya untuk diminum. Asumsi masyarakat yang mengklaim bahwa air di embung Bidadari ini bisa menyembuhkan penyakit adalah asumsi yang dianggap keliru. “Bahkan sekarang malah ada yang saya dapat kiriman sudah mulai mengidap gatal-gatal setelah mandi di sana (embung Bidadari, red). Kalaupun ada yang beranggapan sembuh seperti struk kemungkinan karena keyakinan. Tapi kalau berbicara penyakit menular seperti gatal, diare, merah mata, itu malah berbahaya jika mandi dan ini rentan terjadi di embung Bidadari,” terangnya.

Suardi melanjutkan, kondisi air berbau dan mengandung E-Coli dan secara akal sehat orang yang mandi di embung Bidadari ini pasti ada yang kencing dan lainnya. Maka ini akan menambah masalah, bahkan berpeluang besar membahayakan kesehatan masyarakat sendiri dan berpotensi menularkan penyakit. “Makanya saran kita agar air embung Bidadari ini jangan diminum, karena itu tidak memenuhi syarat. Mandi pun karena kondisi air yang keruh maka sebaiknya jangan karena risiko terhadap penyakit menular sangat tinggi. Misalkan yang mandi adalah orang yang korengan, maka tentu akan menular juga ke masyarakat yang lain,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemda Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Pendopo Bupati

Kecuali, lanjut dia, dalam air di embung Bidadari ini ada kandungan belerang, maka bisa saja bakteri untuk penyakit koreng bisa mati. Tapi yang ditemukan dalam penelitian malah yang terkandung dalam air ini adalah bakteri yang berbahaya. “Makanya hari ini (Senin, red) tim kita turun untuk membicarakan kapan kita ekpose hasil uji kandungan air. Termasuk menyepakati bagaimana tindaklanjutnya dan kalau sudah berbahaya maka lebih baik kita tutup, tapi tergantung dari rembuk desa nantinya,” tandasnya. (met)

Komentar Anda