Menengok Bale Pemilu KPU NTB

Meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu menjadi tantangan berat bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Berbagai upaya dan strategi pun dilakoni KPU sebagai lembaga penyelenggara. Diantaranya, dengan meluncurkan Bale Pemilu.

 


Ahmad Yani – Mataram


 

Bagi mereka  yang   sering bertandang ke kantor KPU Provinsi NTB  di Jalan Langko Mataram, akan  merasakan  nuansa berbeda ketika memasuki gedung lantai dua itu. Pernak – pernik dan nuansa kepemiluan sangat terasa kental menghiasi semua sudut dan ruangan gedung itu.

Memasuki pintu depan gedung KPU, pengunjung sudah disambut dengan papan bertuliskan " Selamat Datang di Bale Pemilu ". Maskot pemilu pun menaymbut. Ada maskot pemilu 2009, pemilu 2014 dan maskot pemilu lainnya.

Ruang tamu  disulap menjadi ruang selfie atau ruang berfoto bagi pengunjung dengan latar belakang papan bertuliskan " Bale Pemilu" dan lengkap dengan pernak pernik kepemiluan.

Lorong ruangan berada di lantai I disulap menjadi lorong sejarah pemilu. Di  lorong ini  ditampilkan data sejarah kepemiluan di Provinsi NTB. Mulai dari pemilu pertama tahun 1955 hingga pemilu 2014 lalu. Data ditampilkan pun relatif sangat lengkap baik parpol maupun raihan suara diperolehnya dari pemilu ke pemilu.

Adapun lorong sebelah kanan, merupakan lorong ruangan pegawai dan ruang pertemuan, disulap menjadi lorong sejarah pilkada. Dalam lorong tersebut ditampilkan data secara lengkap terkait sejarah digelarnya pilkada di Provinsi NTB. Mulai dari pemilihan gubernur masih dipilih di DPRD NTB hingga pilkada NTB 2013 lalu. Lengkap dengan kandidat yang bertarung dan raihan suaranya.

Sedangkan, disalah satu ruangan ujung dari lorong sebelah kiri, diubah dan dipergunakan menjadi ruangan perpustakaan. Di  perpustakaan milik KPU tersebut sudah dipersiapkan berbagai dokumen, buku dan lain sebagainya terkait kepemiluan di NTB. " Jadi bagi ingin meneliti pemilu di NTB, relatif akan sangat mudah memperoleh data. Karena semua sudah kita siapkan di Bale Pemilu,'' kata Lalu Aksar Ansori, sembari menemani Radar Lombok berkeliling disetiap ruangan ada di kantor KPU Provinsi NTB, kemarin.

Berbagai sudut dan ruangan  di lantai II pun tak luput disulap. Teras tengah dijadikan  miniatur lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).Lalu  ruangan di pojok kanan diubah menjadi simulasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut Aksar, TPS tersebut bisa dipergunakan bagi mereka  yang ingin belajar menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Adapula ruangan media center, dipergunakan khusus bagi awak media untuk mengetahui informasi terkait pelaksanaan pemilu di NTB, serta alat peraga kepemiluan bagi pendidikan politik.

Lalu satu ruangan di pojok kanan lantai tersebut dipergunakan sebagai pusat data KPU. Sejumlah komputer berada di ruangan ini. Masyarakat bisa mengakses berbagai data kepemiluan di NTB melalui website. Disinilah ruangan digunakan untuk menginput data kepemiluan di NTB. " Selain tersedia di kantor KPU, data kepemiluan sudah kita sediakan di website. Jadi tinggal buka website saja," jelas mantan ketua GP Ansor NTB itu.  Ada tiga website disediakan KPU. Melalu e – PPID, e – JDIH, dan e – Arsip.

Aksar mengatakan, pada prinsipnya Bale Pemilu tersebut untuk menciptakan suasana kantor KPU NTB yang nyaman bagi pengunjung. Sehingga itu akan menumbuhkan semangat kedekatan dan keingin ketahuan publik terhadap kepemiluan di NTB.

Publik pun diberikan kesempatan secara lebih luas, berkunjung dan melihat lebih dekat.

" Prinsipnya, Bale Pemilu ini adalah rumah sendiri, agar bisa merasa nyaman," ucapnya.

Dengan  terobosan ini kata Aksar, diharapkan makin menarik banyak kalangan terutama pemilih pemula untuk berkunjung ke kantor KPU Provinsi NTB, serta memperoleh pengetahuan dan pemahaman terkait dengan sistem penyelenggaraan kepemiluan di NTB. Diharapkan, bisa mendorong dan meningkatkan angka partisipasi pemilih di NTB Baik di pilkada, pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Semua di kemas dan dikonsep secara kreatif dan inovatif. Bale Pemilu sendiri merupakan pilot project dari rumah pintar yang diselenggarakan KPU RI. KPU Provinsi NTB, menjadi salah satu dari 8 provinsi yang jadi pilot project bagi penyelenggaraan rumah pintar tersebut. " Bale Pemilu ini sebagai medium atau sarana pendidikan politik pemilihnya,'' pungkasnya.(*)