Menelusuri Pangkalan Pelacur di Kota Mataram (Bagian 3)

Bayar Kondom Rp 10 ribu, Pelanggan Rata-Rata Pemenang Judi

Pelacur di Kota Mataram
PANGKALAN: Inilah pangkalan pelacur di kawasan Jalan Songket, Kelurahan Sapta Marga. (Sudir/Radar Lombok)

Pangkalan terbaru ini terbilang mendekati elit. Prostitusi “eceran” tersebut sudah terkenal di kawasan Panaraga Jalan Songket Kelurahan Sapta Marga.


SUDIRMAN-MATARAM


MENJELANG terbenam matahari, kawasan Jalan Songket di Kelurahan Sapta Marga sudah mulai banyak dilalui pengendara. Bahkan sejumlah ibu-ibu berpakaian seksi sudah muncul.  Perempuan-perempuan berbaju ketat, celana pendek, rambut pirang sudah mulai banyak mangkal terlihat.

BACA JUGA:

Umumnya mereka ini mangkal dibeberapa kios kecil sambil menunggu pelanggan. Ketika, Radar Lombok berhenti sejenak saat membeli rokok, langsung  disamperin dan diajak “ngamar”.

Prostitusi di lokasi ini terjadi secara terselubung, tetapi sekaligus juga terang-terangan. Terselubung karena berlangsung di tengah permukiman warga dan bukan di lokalisasi. Terang-terangan karena kegiatan itu diketahui warga. Semuanya berlangsung di dalam kamar rumah yang sudah dibentuk menyerupai kos-kosan.