Mendikbudristek Diminta Turunkan Pasing Grade PPPK

MENDAMPINGI: Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat mendampingi Mendikbudristek RI, Nadiem Anwar Makramin melihat proses belajar mengajar di SD Negeri Dasan Baru Desa Sukarara Kecamatan Jonggat, Kamis (7/10). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kunjungan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Anwar Makramin dimanfaatkan Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri untuk mengadukan sejumlah persoalan. Salah satunya tingginya passing grade yang menjadi syarat lulusnya pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) dalam tes.

Pathul mengaku menerima banyak aduan dari guru honorer yang ikut tes seleksi PPPK. Bahwa angka pasing grade ini cukup tinggi dan berdampak pada banyaknya peserta yang tidak lolos. Kebijakan penurunan pasing grade ini sangat dibutuhkan dan ditunggu-tunggu para honorer agar mereka yang puluhan tahun mengabdi bisa lolos seleksi.

“Sekarang ini ada kurang lebih 3000 guru honorer dan sedang mengikuti seleksi PPPK. Kita berharap mudah-mudahan ada kebijakan dari Bapak Menteri untuk menurunkan pasing grade ini. Karena para guru honorer merasa pasing grade saat ini sangat tinggi,” ungkap Lalu Pathul Bahri saat mendampingi Mendikbudristek melihat secara langsung pembelajaran tatap muka di Lombok Tengah, Kamis (7/10).

BACA JUGA :  1.041 Siswa SMK UNBK Susulan

Pathul juga menceritakan, para guru honorer ini sudah puluhan tahun mengabdi. Dari sisi usia juga banyak yang sudah tua meski mereka dibantu dengan nilai afirmasi atau nilai tambahan. Namun tetap saja pasing grade yang tinggi masih memberatkan para guru honorer. “Makanya kita sangat berharap adanya kebijakan dari Pak Menteri untuk membantu guru honorer kita dalam mendapatkan kemudahan seleksi ini,” tegasnya.

Mendikbudristek RI, Nadiem Anwar Makramin menyatakan, penurunan pasing grade ini masih dibahas di internalnya. Karena itu juga, nilai afirmasi atau nilai tambahan menjadi salah satu alternatif untuk membantu para honorer yang sedang ikut seleksi. Karena hajatan dari PPPK ini para honorer bisa terbantu ke depan. “Untuk gaji PPPK juga sama dengan PNS dan kita terus memperjuangkan para honorer ini.

BACA JUGA :  Hardiknas Dipusatkan di Lapangan Puyung

Termasuk untuk pasing grade ini sedang dilakukan pembahasan. Jadi kita berharap agar bersabar, karena semua masih sedang proses. Jadi kita tunggu saja,” tambahnya.
Pihaknya tidak menafikan banyak para guru honorer yang usianya sudah tua. Pihaknya sudah merancang juga agar para honorer yang tidak lolos bisa juga diakomodir. Ke depan pihaknya bertekad untuk memperjuangkan seleksi agar terus bisa dilakukan. “Jadi kita terus memberikan kesempatan bagi para guru honorer kita. Terkait aspirasi dari honorer untuk penurunan pasing grade ini sudah kami sampaikan juga dan masih dibahas. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana memberikan motivasi dan terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam peroses pembelajaran dengan sistem tatap muka,” tambahnya. (met)