Mendesak, Pelebaran Jalan Karang Genteng -Terong Tawah

DIKELUHKAN: Kondisi jalan perbatasan Kota Mataram dan Lombok Barat Karang Genteng - Terong Tawah yang diminta untuk dilebarkan.(Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Jalan yang menghubungkan Kota Mataram dan Lombok Barat tepatnya di jalan Darul Hikmah Karang Genteng menuju Terong Tawah Kecamatan Labuapi semakin padat dilalui kendaraan. Padatnya kendaraan yang melintas di wilayah ini karena keberadaan perumahan yang semakin padat di wilayah perbatasan ini, baik di wilayah Lingkungan Karang Genteng Kelurahan Pagutan maupun di Desa Terong Tawah. Sehingga membuat tingkat kendaraan yang melintas semakin padat sehingga kerap menyebabkan kemacetan dan dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan.

Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang rusak dan banyak berlubang membuat masyarakat harus berhati-hati ketika melintas jalan ini. Dari pantauan koran ini, banyak terdapat lubang-lubang di sepanjang jalan dari kawasan terong Tawah menuju Karang Genteng.

Seperti yang diungkapkan Ayu, iya setiap hari melintas di jalan ini, setiap hari jalan ini selalu padat dilewati kendaraan yang melintas yang keluar masuk ke sejumlah perumahan di wilayah ini.
Ia mengatakan, pemerintah dalam hal ini kota Mataram dan Lombok Barat harus bisa melakukan pelebaran jalan ini, agar masyarakat dan para pengguna jalan bisa aman dan nyaman melintas di jalan ini. ” Ini kan daerah perbatasan, Pemerintah Kota Mataram dan Lombok Barat kita harapkan bisa melakukan pelebaran jalan ini, ” harapnya kemarin.

Karena sudah setiap hari melintasi jalan ini karena ia tinggal di salah satu perumahan di Terong Tawah, ia sudah hafal kapan jam-jam padatnya kendaraan yang melintasi jalan ini, seperti pagi hari siang dan sore hari, saat jam berapa orang berangkat kerja dan pulang kerja, jalan ini pasti padat kendaraan.”Makanya kalau jam padat saya lebih memilih lewat jalur Labuapi untuk pulang atau pergi,” paparnya.

Titik macet lanjut Ayu, mulai dari simpang tiga lapangan Karang Genteng menuju ke selatan, ia berharap agar dua pemerintah memperhatikan kondisi jalan ini.” Harus jadi perhatian untuk dilakukan perbaikan,” paparnya. Warga yang lain juga berharap agar keberadaan jalan ini menjadi perhatian pemerintah. Karena kawasan Desa Terong Tawah yang semakin padat dengan perumahan, tetapi tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang memadai. “ Keberadaan kawasan perumahan harus ditunjang dengan pelebaran jalan ini,” harap Rizal.

Karena kawasan Terong Tawah yang ditetapkan sebagai kawasan penunjang tempat tinggal dari kota Mataram, maka pasti semakin lama perumahan di kawasan ini akan semakin ramai dan penghuni di perumahan yang ada akan semakin padat. Jadi kedua pemerintah dalam hal ini Kota Mataram dan Lombok Barat jangan abai dengan perkembangan kawasan ini beberapa tahun yang akan datang. ” Perlu untuk mulai dipikirkan dari sekarang, solusi kepadatan jalur di kawasan ini,” sarannya.

Ada puluhan perumahan yang ada kawasan perbatasan ini, baik di Karang Genteng maupun Terong Tawah hingga ke Telagawaru, di semua perumahan ada ribuan penghuni yang tinggal, dan mereka setiap hari melintasi jalan ini, kedepannya dipastikan jumlah penduduk ini akan pasti bertambah, makanya pemerintah perlu memperhatikan jalan ini untuk dilebarkan.

Terpisah Kepala Dinas PUTR Lombok Barat H. Lalu Winengan mengatakan untuk pelebaran jalan Karang Genteng -Terong Tawah pemkab Lombok Barat sudah ada rencana, namun harus dilakukan pertemuan dengan kota Mataram untuk membahas wacana pelebaran jalan ini. ” Ada rencana bertemu bersama Lombok Barat dan Mataram untuk membahas jalan ini, ” katanya.

Beberapa waktu lalu Lombok Barat dan Kota Mataram sudah ada pertemuan, namun pertemuan itu dalam rangka membahas pelebaran jalan dari Rembige menuju Midang Gunung Sari. ” Untuk yang ini (Karang Genteng-Terong Tawah) kita belum bertemu dengan Mataram, ” tutupnya.

Sementara itu dari Pihak Pemkot Mataram mengatakan untuk pelebaran jalan ini perlu kesepakatan dari kedua belah pihak yaitu Pemkot Mataram dan Lombok Barat, sekda kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, untuk pelebaran jalan ini perlu ada kesempatan bersama. ” Perlu kesepakatan bersama Mataram dan Lombok Barat, ” jawabnya singkat.(ami)

Komentar Anda