Menanti Gunung Rinjani Sandang Status Unesco Global Geopark

MATARAM—Selama tiga hari (18 – 20 Mei), kunjungan dua Asesor atau tim penilai dari Unesco (Lembaga dibawah PBB, red) ke Lombok, yakni Maurizio Burlando (Italia) dan Soo Jae Lee (Korea Selatan), untuk menilai kelayakan Gunung Rinjani masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark (UGG), diakhiri dengan berkunjung ke Museum Negeri NTB, Jumat kemarin (20/5).

“Setelah keliling ke kawasan sekitar Gunung Rinjani selama tiga hari, untuk melihat langsung keberadaan situs-situs bekas letusan maupun situs budaya, termasuk bagaimana kemudian potensi itu dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk pengembangan sektor pariwisata maupun bidang lain yang bisa menghasilkan secara ekonomi. Akhirnya hari terakhir kunjungan kerja dua Asesor UGG ini diakhiri di Museum Negeri NTB,” kata General Manager (GM) Geopark Nasional Gunung Rinjani, Chaerul Machsul, dalam kalimat pembukanya.

Usai kunjungan penilaian ini sambung CM, sapaan akrab Kepala Bappeda NTB ini, masyarakat NTB tinggal harap-harap cemas, menunggu pengumuman resmi dari Unesco dalam pertemuan para pengelola UGG seluruh dunia, The Seven International Rivera yang akan berlangsung di Inggris. Apakah Gunung Rinjani berhasil menyandang status UGG atau tidaknya. “Mohon doa seluruh masyarakat NTB,” pinta CM. 

Sedangkan maksud kunjungan ke Museum NTB ini, yang pada kesempatan itu CM juga didampingi Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dan Kepala Distamben NTB, M. Husni, serta para Pelaksana Geopark Nasional Gunung Rinjani. Selain untuk melihat koleksi Museum NTB, khususnya yang terkait dengan benda-benda peninggalan masyarakat Lombok sekitar kawasan Gunung Rinjani di masa lalu. Juga dimanfaatkan untuk dialog, guna melengkapi berbagai  kekurangan data, sekaligus bahan evaluasi setelah tiga hari keliling kawasan Gunung Rinjani.

“Seperti yang tersusun dalam dossier, atau dokumen resmi pengajuan Gunung Rinjani menjadi UGG, yang telah diserahkan Pemerintah Provinsi NTB melalui Pemerintah Pusat ke Unesco sebelumnya. Maka selama tiga hari kunjungan ke Lombok, kedua Asesor Unesco ini juga mengunjung sejumlah titik lokasi, seperti dalam dossier yang mereka terima dari Unesco,” tutur CM, yang juga selama tiga hari turut mendampingi kedua Asesor keliling kawasan Gunung Rinjani.

Kesempatan itu, Maurizio Burlando, salah satu Asesor dengan semangat bertanya kepada Pelaksana Geopark Nasional Gunung Rinjani, sejauh mana pengetahuan mereka terhadap salah satu situs, seperti yang telah diajukan ke Unesco. Ternyata jawaban yang diberikan sama persis dengan dokumen yang dipegang Maurizio, sehingga hal itu sangat memuaskan Asesor tersebut.

“Meskipun schedule atau jadwal kunjungan ke berbagai situs sangat ketat, dengan durasi waktu yang cukup singkat pula di masing-masing situs. Namun secara umum situs yang kami kunjungi sudah bisa mewakili secara lengkap kawasan Gunung Rinjani. Untuk itu kami berterima kasih kepada para pihak yang telah menyusun jadwal perjalanan kami ini, sehingga kami juga berhasil mendapatkan gambaran secara utuh tentang Gunung Rinjani,” ucap Maurizio.

Senada, Soo Jae Lee, Asesor UGG dari Korea Selatan ini juga menyampaikan kepuasannya setelah tiga hari keliling di berbagai kawasan sekitar Gunung Rinjani. “Pengajuan Gunung Rinjani menjadi UGG ke Unesco ini sudah lama. Sehingga kami juga sudah lama memegang dokumennya, sekaligus mempelajari dengan seksama. Ternyata apa yang ada dalam dokumen pengajuan, di lapangan yang kami temukan juga sama persis,” jelasnya.

Namun demikian, tak dapat dipungkiri memang ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, sehingga bisa mengurangi poin penilaian Gunung Rinjani menjadi UGG. Salah satunya adalah soal SOP (Standar Operasional Prosedur) di berbagai kawasan obyek wisata sekitar Gunung Rinjani, yang belum lengkap. “Paling tidak di lokasi obyek wisata, pengunjung sebelum memasuki kawasan obyek wisata, mereka harus mendapatkan penjelasan safety first (keselamatan berkunjung, red) dari pihak pengelola,” saran Soo Jae Lee.

Sedangkan Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, ketika dijumpai Radar Lombok usai dialog dengan kedua Asesor UGG, menyampaikan bahwa kedatangan tim penilai ini sangat penting untuk meloloskan Gunung Rinjani, agar menyandang status sebagai Unesco Global Geopark. Dimana pada akhirnya, muaranya yaitu untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di NTB.

“Bayangkan saja, saat ini jumlah kawasan seluruh dunia yang telah menyandang status UGG ada sebanyak 104 UGG. Perinciannya, di kawasan Eropa ada 61 UGG, kemudian di Asia 42 UGG, dan dua UGG lagi ada di Canada dan Brazil. Semua UGG ini tergabung dalam satu jaringan dibawah Unesco. Dengan masuknya UGG Gunung Rinjani nanti, maka hal ini tentu akan menjadi pembahasan diantara mereka. Sehingga ini merupakan sebuah langkah promosi yang tepat untuk mengenalkan Pulau Lombok maupun Sumbawa sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” jelas Faozal.

Untuk diketahui, selama tiga hari, kedua kedua Asesor Unesco, yang juga didampingi dua Observer dari Malaysia, Prof. Ibrahim Komoo, dan DR. Nurhayati, telah berkunjung ke situs-situs sekitar Gunung Rinjani, seperti yang diusulkan dalam dossier. Diantaranya mereka berkunjung ke Sekretariat Geopark Nasional Gunung Rinjani, kemudian ke situs daftar nomor 17, yaitu ke Aik Berik, melihat Destinasi Wisata Air Terjun Benang Kelambu.

Berikutnya berkunjung ke situs nomor 9 di Pusuk Pass Sembalun dan Lembah Sembalun, ke situs nomor C12 untuk mengecek jalur pintu pendakian Sembalun, situs nomor 19 di Desa Blek, situs nomor 11 di Bayan Beleq, situs nomor 12 melihat Lava Bantal di Gili Trawangan, melihat Danau Air Asin di Gili Meno, untuk kemudian kembali ke Pulau Lombok berkunjung ke obyek wisata Pura Batu Bolong, Senggigi, ke Sekolah Dalang di Sesela, Lombok Barat, untuk kemudian berakhir di Museum NTB.

Malam harinya, kedua Asesor ini akan dijamu Pemerintah Provinsi NTB melalui acara Gala Dinner di Pendopo Kantor Gubernur NTB, sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian dari penilaian Gunung Rinjani untuk menjadi UGG.

“Usai ini, kita tinggal menunggu keputusan final yang akan diumumkan pada pertemuan pengelola UGG seluruh dunia, dalam The Seven International Rivera, yang rencananya akan berlangsung di Inggris, sekitar tanggal 26 September hingga akhir bulan September 2016 mendatang,” pungkas Faozal. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid