Menang di Pilkada KLU, Joda Unggul 12,25 Persen

HASIL PLENO : Penandatanganan berita acara rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Kabupaten Lombok Utara , Rabu malam (16/12). (Hery Mahardika/Radar Lombok)

TANJUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara pasangan calon.

Dalam pleno itu, paslon nomor urut 1, Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto (Joda) mendapatkan tambahan kemenangan pada hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten sebesar 12,25 persen. Sementara hasil rekapitulasi tingkat kecamatan 12,2 persen. Jika melihat hasil perolehan suara pleno tingkat kabupaten, Joda unggul 56,13 persen, paslon petahana H Najmul Akhyar dan H Suardi (Nadi) meraih 43,87 persen. Sedangkan pleno tingkat kecamatan melalui penghitungan sirekap Joda unggul 56,1 persen, dan Nadi dapat perolehan 43,9 persen.

Rinciannya, Kecamatan Pemenangan Joda memperoleh 9.056 suara dan Nadi unggul 13.585 suara. Kecamatan Tanjung Joda unggul 20.405 suara dan Nadi memperoleh 13.363 suara. Kecamatan Gangga Joda unggul 21.756 suara dan Nadi 10.135 suara. Kecamatan Kayangan Joda unggul 14.583 suara dan Nadi peroleh 13.388 suara. Kecamatan Bayan Joda unggul 17.859 suara dan Nadi 14.507 suara.

Sedangkan, berdasarkan hitungan rekapitulasi tingkat kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Joda memperoleh 20.405 suara dan Nadi 13.363 suara. Kecamatan Gangga Joda memperoleh 21.756 suara dan Nadi 10.135 suara. Kecamatan Kayangan Joda memperoleh 14.584 suara dan Nadi 13.388 suara. Kecamatan Bayan Joda memperoleh 17.859 suara dan Nadi 14.507 suara. Kecamatan Pemenang Joda memperoleh 9.069 suara dan Nadi 13.978 suara. “Rekapitulasi tingkat kecamatan dan kabupaten hampir sama, tidak ada perbedaan yang menjauh,” kata Ketua KPU Lombok Utara, Juraidin seusai pleno tertutup di Hotel Bay Marina Medana, Rabu (16/12).

Setelah rekapitulasi tingkat kabupaten, selanjutnya diberikan waktu kepada dua paslon, mungkin ingin menggunakan kesempatan untuk sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) selama 3 x 24 jam mulai dari penetapan hasil rekapitulasi kabupaten. “Jika tidak ada gugatan, baru kami menunggu surat dari KPU RI untuk mengumumkan penetapan paslon terpilih,” jelasnya.

Jika melihat angka partisipasi pemilih melonjak drastis mencapai 88,20 persen dibandingkan pilkada 2015 hanya 81 persen dan pemilu 2019 86,13 persen. Situasi pandemi Covid-19 dan musim penghujan tidak menyurut partisipasi masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya dalam menentukan pemimpinnya.

Jika melihat rincian per kecamatan partisipasi pemilih, yang rendah itu Kecamatan Pemenang 84,53 persen, baru disusul Kecamatan Kayangan 87,59 persen, Kecamatan Gangga 89,13 persen, Kecamatan Tanjung 89,31 persen, dan Kecamatan Bayan 89,43 persen. Jumlah data pemilih 172.326 yang terdiri dari laki-laki 85.881 dan perempuan 86.445, yang menggunakan hak pilih sebesar 151.994 terdiri dari 75.194 dan perempuan 76.800. (flo)