Memenuhi PAD Ternyata Tidak Sulit

Lalu Dedy Sofian Hady, S. Kep. NS (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Setiap Satuan Kerja Perangkat Masyarakat (SKPM) di Lombok Tengah (Loteng), sudah ditentukan berapa Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang harus dipenuhi. Termasuk UPT Puskesmas di masing-masing Kecamatan se Loteng.

Dimana untuk puskesmas sendiri, perbupan PAD yang harus di dapatkan sekitar Rp 20 Juta. Namun bagi Kepala Puskesmas Ganti Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Loteng, untuk memenuhi PAD tersebut, ternyata tidak sulit.

Kepada Radar Lombok, Senin malam (20/03) kepala Puskesmas Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Loteng lalu Dedy Sofian Hady mengaku kalau target yang telah ditetapkan pemerintah, ternyata tidak begitu sulit. Pasalnya di bulan ini saja, PAD yang mampu ia kumpulkan sudah diatas Rp 15 Juta. “Menjadi kepala di Puskesmas di Desa Ganti belum saja sampi dua bulan, dan di pertengahan bulan ini Alhamdulillah sudah bisa mengumpulkan diatas Rp 15 Juta,” akunya.

[postingan number=3 tag=”loteng”]

Metode yang ia pakai lanjutnya tidak memakai metode lama peninggalan kepala puskesmas sudah ia hapus. dimana metode lama, siapa yang piket atau bertugas saat itu, ketika ada pasien, itulah yang langsung diberikan uang. Sedangkan saat ini, hal itu sudah ia hapus namun menerapkan sistem alur pelayanan dengan sistem administrasi satu pintu. “Kalau sistem lama, siapa yang piket itu yang langsung mendapatkan rizki dari pasien, kalau sekarang kita sudah hapus dan menerapkan satu pintu,” katanya.

Dijelaskan, setiap pasien umum membayar sesuai perda nomor 5 tahun 2012, di satu tempat (kasir), sehingga tidak ada tenaga atau staf yang mengambil uang dari pasien. Selanjutnya loket dan apotek buka 24 jam untuk memudahkan administrasi dan menjamin ketersediaan obat dan sejumlah manajemen yang amburadul juga sudah diperbaiki.

Diakuinya setelah mengkaji dan melakukan perubahan sistem manajemen, peningkatan PAD malah meningkat cukup seignifikan, dimana jika tahun sebelumnya, perbulan hanya mampu Rp 1. 800. 000 perbulannya. Sekarang terhitung dari tanggal 1 hingga 20 Maret, sudah mencapai Rp 15 juta lebih. Tingginya capaian PAD, pihkanya optimis di bulan ini mampu mengumpulkan PAD sampai Rp 25 juta.

Selain itu lanjutnya, setelah melakukan perubahan manajamen, masyarakat merasa lebih nyaman dan mudah mendapatkan informasi, serta mutu pelayanan yang berkualitas dan trasparansi, termasuk jumlah kunjungan pasien semakin meningkat. “Ternyata setelah saya telaah, jika ingin berubah dimulai dari diri dan ini saya sudah coba, ternyata belum satu bulan hasilnya sudah saya rasakan,” ungkapnya.

Terhadap keberhasilan ini lanjut Dedy, pihaknya merencanakan Desa Ganti, bakal mempersiapkan diri sebagai Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Untuk itu besar harapan dukungan dari pemerintah Loteng bisa di berikan. Sebab jika puskesmas ini sudah menjadi BLUD, maka tingkat pelayanan akan semakin baik, menuju masyarakat Loteng yang beriman, bertaqwa sehat jasmani dan rohani. “Menjadi Puskesmas BLUD, tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemkab Loteng, sebab jika nantinya ini sudah terbukti, maka masyarakat akan semakin nyaman sehat jasmani dan rohani,” katanya.

Disebutkan, saat ini jumlah karyawan sebanyak 101 orang, 20 berstatus PNS,14 mengantongi SPT Dikes, SK Magang sebanyak 65 orang. “Jumlah semua itu mulai dari tukang sapu, hingga petugas Pustu di 5 Desa, yakni Desa Beleka, Bilelando, Beleka dan Desa Landah,” paparnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid