Membina Generasi Muda Terhindar dari Perilaku Negatif di Turida Barat

PEDULI: Muhadisin saat mengajarkan anak didiknya mengaji di Mushalla Al Mustakim Turida Barat. Dia juga melatih anak-anak setempat bermain bola (Lukmanul Hakim/Radar Lombok)

Keinginan melihat pemuda untuk tidak terpengaruh perilaku negatif baik pengaruh minuman keras apalagi sampai menyentuh penyalahgunaan narkoba menjadi cita-cita, Muhadisin salah seorang tokoh muda di Lingkungan Turida Barat, Kota Mataram  dengan mengajarkan anak – anak mengaji dan juga melatih anak-anak dan pemuda setempat bermain sepak bola.

 


LUKMANUL HAKIM – MATARAM
 


 

Kiprah Muhadisin membangun anak-anak muda di Turida Barat sudah bertahun-tahun dilakukan, semasih usia muda. Muhadisin menjadi sosok yang cukup disegani di kalangan remaja dan pemuda bahkan warga secara umum di Lingkungan Turida Barat.

Meski penuh dengan keterbatasan ekonomi, bukan menjadi halangan bagi pria 48 tahun ini membina dan mengembangkan dari berbagai usia, mulai dari anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga pemuda yang tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Berasal dari atlet sepak bola di salah satu klub sepak bola di Mataram yakni Poster di tahun 1990-an, Muhadisin menjadi salah satu pemain yang cukup dikenal di pesepakbola NTB. Bahkan pada tahun 1994 klub Porter FC berhasil meraih juara I open turnamen sepakbola se NTB. Bahkan ketika itu pada tahun 1994 menasbihkan Muhadisin menjadi pemain terbaik dan top skor.

Kelihaian dan kepiawaiannya memainkan si kulit bundar di tengah lapangan hijau, membawa Muhadisin bermain di Barito Putra FC salah satu klub bola asal Kalimantan Selatan pada tahun 1996. 

Sejak tahun 1990-an hingga saat ini, dengan keterbatasan ekonomi yang dimiliki, Muhadisin konsen membina para generasi muda dengan secara swadaya, bahkan tak jarang biaya untuk berbagai kebutuhan dan keperluan anak asuhnya di Poster FC keluar dari uang kantongnya yang merupakan hasilnya berjualan kacamata keliling dari kantor ke kantor pemerintah dan swasta hingga sekolah.

“Saya hanya ingin anak-anak dan pemuda disini tidak melakukan perbuatan yang negatif,” tutur Muhadisin belum lama ini.

Tak hanya membina untuk bermain bola saja, Muhadisin yang akrab dipanggil dengan Tuak Disin ini, juga secara aktip mengarahkan para pemuda yang belum memiliki pekerjaan untuk diberikan modal meski hanya sekedarnya. Seperti mengajarkan berjualan kaca mata dengan diberikan barang. Selain itu, juga membuat kelompok ternak ayam dan juga menanam pepaya California di atas lahan yang disumbang oleh dermawan untuk ditanami dan dikelola untuk menjadi kesibukan sehari-hari dari para pemuda setempat, agar tidak berbuat kepada perilaku negative ataupun perbuatan tercela lainnya.

Tak hanya mengarahkan anak usia dini bermain bola, bahkan para pemuda, Muhadisin juga mengajarkan lebih dari 50 anak-anak usia SD dan SMP mengaji di Musholla yang dikenal dengan sebutan Wakaf Al Mustakim di RT 04 Lingkungan Turida Barat. Mengajar ngaji bagi anak-anak usia SD dan SMP bahkan sebagian lagi anak yang masih duduk di bangku TK/PAUD dididik mengaji setiap malam sudah belasan tahun dilakoni.

Tanpa biaya sepeserpun dari anak didiknya, Muhadisin yang hanya SMA sederajat ini, secara istiqomah mengajar mengaji dengan penuh kasih sayang. Di tempat yang cukup sederhana yakni di Mushalla Almustakim yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan pemuda setempat dan tak jarang pula uang kantong hasil menjual kacamata yang menjadi profesi yang ditekuni puluhan tahun lamanya hingga saat sekarang ini digunakan untuk merenovasi wakaf tersebut agar layak dan bersih digunakan untuk anak-anak didiknya mengaji setiap malamnya. “Dari pada anak – anak ini berbuat yang negatif, maka apapun akan saya lakukan demi masa depan yang lebih baik untuk anak – anak ini kedepannya,” ungkapnya.(*)