Melihat Pilot Project Budidaya Kurma di Lombok Utara

Datangkan Bibit Seharga Rp 12 Juta, DNA Betina Jantan Dites

Baru kemudian minggu ketiga ditamburi pupuk dengan tiga lapis yaitu batang pisang, abu sekam dan pupuk kandang. Kebutuhan pupuk kandang 25 kg per pohon. Menurutnya, penanaman pohon kurma lumayan ribet karena harus disiram setiap harinya. Tidak lama ditanam, ada beberapa pohon sudah mulai berbunga. Diyakini, usia pohon kurma memengaruhi untuk berbuah sehingga pihaknya lebih memilih membeli pohon yang hendak berbuah. “Di KLU ini baru pertama kali budidaya dengan jumlah banyak,” terangnya kepala MI ini.

Sementara itu, Ketua APKI Wilayah NTB Suherman menjelaskan, sebelum melaksanakan pilot project penanaman budidaya kurma di Lombok Utara. Pihaknya terlebih dahulu mengecek dengan menerjunkan praktisi kurma Indonesia ke wilayah Lombok Utara. Praktisi tersebut lengkap membawa peralatan pengukuran tanah, kondisi tanah, kelembahan, suhu, udara, temperatur, dan lainnya sudah diukur. “Artinya, pilot project ini tidak dilakukan dengan sekedar kasat mata,” jelasnya.

Berdasarkan deteksi alat itu ternyata sesuai informasi yang pernah diutarakan Dirjen Holtikultura tahun 2013, ketika ada pengembangan kurma cocoknya itu di wilayah NTB dan NTT. Menurutnya, terpaut dengan hasil pendeteksian yang dilakukan tersebut. “Sangat luar biasa potensinya di NTB, khususnya di wilayah KLU,” terangnya.

Atas dasar itulah pihaknya memutuskan untuk melakukan pilot project budidaya kurma di wilayah kawasan Kertaraharja. Sebab, di lokasi itu pula pernah ada pohon kurma yang ditanam secara liar bisa hidup dan berbuah lebat. Selain itu, lokasi ini dipilih lantaran kawasan tersebut masuk dalam kawasan objek wisata air terjun Kerta Gangga, yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik. Diharapkan kedepan bisa menjadi penumpang objek wisata tersebut.

BACA JUGA :  Soal Rencana Bang Zul Budidayakan Kurma di NTB, Begini Penjelasan Pakarnya