Melihat Lekat Kehidupan Yuliana, Juara Pencak Silat Dunia (Bagian 2-HABIS)

Jadi Petarung Andal Setelah Kerap Dikeroyok Teman Sekolah

Jembatan dan kebun dekat sekolah menjadi saksi bisu kerasnya hidup yang dialami Yuli. Setiap pergi sekolah, jam sekolah, atau pulang sekolah, jembatan dan kebun itu selalu menjadi arena tandingnya. Yuli terpaksa harus meladeni tantang teman-temannya. Maklum, sejak Yuli memperkenalkan dirinya sebagai petarung sekolah. Banyak penantang kecil yang harus diladeninya.

Apalagi, jarak tempuh rumah Yuli dengan sekolahnya cukup jauh. Dia harus berjalan kiloan meter untuk bisa sampai ke SDN 3 Jagaraga Kecamatan Kediri. Di sepanjang jalan itu, nyaris pernah menjadi arena tarungnya. Semua itu dilakoni Yuli karena tak ingin terus mengalah dengan bully teman-temannya. Dia tak ingin menjadi lemah di tengah kenakalan teman-teman masa kecilnya.

Kondisi lingkungan itulah yang menjadi Yuli seorang petarung jalananan. Setelah cukup lama menjadi petarung tanpa gaya, tampaknya Yuli harus mematangkan ilmu bela dirinya. Dia pun akhirnya memutuskan masuk perguruan pencak silat sejak SD. Harapannya, Yuli tak mau menjadi bulan-bulanan teman sekolahnya. Terutama ketika ia bersekolah ke tempat yang jaraknya lebih jauh lagi dari rumahnya kelak.

Benar saja, setelah tamat sekolah SDN 3 Jagaraga. Yuli kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMP 2 Kuripan. Jaraknya semakin jauh dari rumahnya. Sejak berada di SMP inilah, ia bertemu dengan seorang guru pencak silat namanya Sahnun. Dari kerasnya tangan Sahnun lah, Yuli lahir sebagai seorang petarung sejati dengan gaya pencak silat. Dari tangan Sahnun juga, keberhasilan Yuli sebagai juara dunia sekarang ini tak bisa dilepaskan.

Keberhasilan Yuli berawal sejak tahun 2015. Tahun itu, ia ikut berlomba Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda)  tingkat kabupaten. Ia pun keluar sebagai juara untuk kemudian melanjutkan ke Popda tingkat provinsi. Yuli kembali keluar sebagai pemenang. Barulah Yuli ditarik Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi NTB untuk mendapatkan pelatihan. Tahun itu, Yuli juga sempat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak silat dan mendapatkan medali emas.

BACA JUGA :  Bupati Lombok Barat Janjikan Rehab Rumah Yuliana