Melihat Lekat Kehidupan Yuliana, Juara Pencak Silat Dunia (Bagian 2-HABIS)

Jadi Petarung Andal Setelah Kerap Dikeroyok Teman Sekolah

Melihat Lekat Kehidupan Yuliana, Juara Pencak Silat Dunia
BERPOSE: Yuliana bersama dengan kedua orang tua dan anggota DPR RI H Willgo Zainar saat datang mengunjungi Yuliana di kediamannya. (ZULFAHMY/RADAR LOMBOK)

Sosok Yuliana tak mewarisi jiwa petarung dari orang tuanya. Bakatnya itu murni lahir karena pengalaman pahit masa kecilnya. Dia sering berkelahi hingga kemudian belajar ilmu bela diri dan lahir sebagai pendekar andal.


*ZULFAHMI – LOMBOK BARAT*


DENGAN jeli, gadis kecil itu menghindari pukulan lawannya. Sesekali dia menghindar ke kiri dan ke kanan. Membuang badannya untuk menghindari pukulan yang bertubi-tubi datang dari lawannya.

BACA JUGA: Melihat Lekat Kehidupan Yuliana, Juara Pencak Silat Dunia (Bagian 1)

Anak laki-laki itu semakin garang menyerangnya. Namun, pukulannya selalu menerpa ruang kosong. Kegesitan gadis kecil semakin membuatnya sakit hati. Meluapkan kekesalannya dengan setiap pukulan. Sesekali mengenai lawannya membuat tercengir puas.

Tapi, gadis itu kecil itu belum menyerah meski beberapa kali wajah dan badannya mendarat bogem anak lelaki itu. Dia terus bangkit untuk kembali melawan. Sejurus kemudian, lawannya pun tumbang terhuyung mencium tanah. ‘’Saya diadu teman-teman saya waktu saya masih SD,’’ tutur Yuliana mengingat masa kecilnya yang pahit.

Waktu itu, dia masih kelas V SD. Kejadian itu terus dialaminya berkali-kali. Kadang diadu, kadang dikeroyok. Tak hanya teman laki-lakinya tapi juga teman perempuannya. Kondisi itulah yang memaksa Yuli harus berkelahi setiap hari. ‘’Kadang tiga kali seminggu, saya harus berkelahi,’’ sambungnya kepada Radar Lombok.