Melihat Lekat Kehidupan Yuliana, Juara Pencak Silat Dunia (Bagian 1)

Rumah tanpa Dapur, Tidur Dekat Jualan Ibu

Yuliana Juara Pencak Silat Dunia
PERLIHATKAN: Yualiana bersama dengan kedua orang tua dan ketua KONI Lobar mendapingi Yuliana saat diwancara awak media di rumahnya. (ZULFAHMY/RADAR LOMBOK)

Kehidupan atlet di Provinsi NTB betul-betul memprihatinkan. Tak hanya mereka menyandang gelar juara regional dan nasional, tapi juga kelas internasional. Yuliana misalnya, juara kelas dunia yang disandangnya berbanding terbalik dengan kehidupan nyatanya. Terutama soal finansial.


*ZULFAHMI – LOMBOK BARAT*


WORLD Yunior Championship Pencak Silat Songkhla Thailand 2018 melahirkan sosok juara dunia. Pertandingan yang dihelat pada April 2018 ini melahirkan sosok petarung andal yang masih belia. Namanya Yuliana asal Dusun Terajon Desa Montong Are Kecamatan Kediri Lombok Barat.

Radar Lombok mencoba menemui Yuliana di rumahnya, Sabtu (21/7). Mengingat kehidupan atlet berprestasi tak diringi dengan perhatian pemerintah selama ini. Akses menuju rumah Yuli hanya melewati jalan setapak selebar 2,5 meter. Jarak rumahnya dari jalan raya utama TGH Ibrahim Khalidy (Mataram-Loteng) cukup jauh, sekitar 5 kilometer. Yaitu dengan masuk di gang Dusun Nyur Gading.

Gang itu cukup sempit tanpa bisa dilewati kendaraan roda empat. Sehingga kecepatan maksimal sepeda motor sekitar 20-30 km/jam. Setelah beberapa menit terguncang di atas jalan setapak itu. Sebuah gapura bertuliskan ‘Selamat Datang di Dusun Terajon’ tampak di depan mata. Gapura dari besi itu terlihat mulai diselimuti karatan.

Itulah kampung halaman Yuli. Tak jauh dari gapura itu, rumah Yuli tampak kelihatan. Sesosok gadis cantik mengenakan seragam olahraga tampak kelihatan dari jauh. Kepalanya dibaluti jilbab warna biru dongker. Yuli sepertinya baru selesai olahraga, karena bekas keringat terlihat masih menempel di wajahnya.

1
2
3
4
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut