Melihat Keindahan Kampung Wisata Alam Pelambik Lombok Timur

Dibangun Modal Iuran, Berhasil Tingkatkan Ekonomi

Melihat Keindahan Kampung Wisata Alam Pelambik Lombok Timur
KAMPUNG WISATA: Sejak dibuka sekitar tanggal 10 Januari 2018 lalu, Kampung Wisata Alam Pelambik, Desa Jerowaru, kini mulai banyak dikunjungi para wisatawan. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Rimbunnya hutan di Dusun Pelambik, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), ternyata menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Bagaimana tidak, pedusunan sepi yang dahulu dikenal sebagai gawah (hutan) ini, sekarang telah disulap menjadi kampung wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan.


JANWARI IRWAN – LOTIM 


BERTAHUN lamanya, warga Dusun Pelambik hanya bisa melihat keindahan alamnya yang tak terurus. Hingga pada akhirnya beberapa anak muda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Jerowaru, kemudian mencetuskan ide untuk menyulap hutan sunyi itu menjadi objek wisata. Hasilnya, kini hutan sunyi itu disebut “Kampung Wisata Alam” yang ramai dikunjungi.

Salah satu tokoh pemuda, Sya’banul Amin, mengungkapkan bahwa tak mudah membujuk warga kampungnya, dan meyakinkan mereka bahwa hutan yang ada didaerahnya itu dapat dijadikan sebagai objek wisata. Maklum, selama puluhan tahun hutan yang berada di dekat jantung Kecamatan Jerowaru ini hanya dihuni oleh binatang kera dan hean-hewan lainya saja.

“Jadi awalnya pada saat saya masuk ke hutan ini, saya melihat beberapa kera sedang berada dipinggiran jalan,” cerita Amin kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (4/2).

BACA JUGA :  Wisatawan Korea Kagumi Keindahan Alam dan Budaya Lombok

Melihat banyak kera yang terdapat dipinggiran jalan itu, dia pun kemudian mulai menelusuri hutan, dan menemukan banyak potensi-potensi dan daya tarik wisata alam yang bisa dikembangkan. Kemudia dia melakukan koordinasi dengan kepala dusun setempat, untuk mengembangkan hutan yang berada diwilayahnya itu.

“Setelah melakukan koordinasi dengan kepala dusun. Kemudian saya datangi satu per satu pemuda setempat, dan bersepakat untuk mengembangkan hutan dengan aliran sungai didalamnya ini menjadi Kampung Wisata Alam,” tutur pria yang akrab disapa Ameng ini.

Bersepakat mengembangkan wisata, kemudian salah satu tokoh masyarakat setempat yang cukup didengar warga, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa dan sejumlah Muspika Jerowaru, agar mendukung kegiatan yang dilakukan oleh pemuda diwilayahnya. ”Setelah kita sampaikan ke masyarakat, Alhamdulilllah mereka ternyata sangat antusias dengan gagasan para pemuda,” kenangnya.

Mendapat persetujuan dari masyarakat, kemudian dia pun mulai mengembangkan pariwisata didusunnya, walaupun dengan modal nekat saja. Namun karena kegigihan dan kekompakan pemuda, akhirnya segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan dapat dibeli dan dibangun, meskipun dengan cara swadaya. ”Kalau berbicara anggaran, kita iuran. Ada yang beli paku, ada yang beli cat, dan lainnya,” jelas Ameng.

Dalam Kampung Wisata Alam sendiri, banyak destinasi yang dimunculkan, seperti adanya batu sungai yang ajaib, kemudian rumah pohon, angkringan diatas batu, air terjun batu berlubang, dan berbagai destinasi wisata lainnya. “Jadi bagi pengunjung yang datang ke Kampung Wisata Alam Pelambik ini, mereka akan disuguhi banyak destinasi wisata yang dapat di nikmati,” paparnya.

BACA JUGA :  Sepi Pengunjung,Kawasan Wisata Perlu Ada Event pada Low Season

Selain itu, Kampung Wisata Alam Pelambik ini juga akan digunakan sebagai tempat anak-anak untuk belajar mengenal lingkungan. Dimana masing-masing pepohonan yang ada telah tertempel nama dan jenisnya, untuk dipelajari oleh anak-anak. ”Jadi semua yang kita lakukan ini murni untuk mengembangkan wisata alam yang masih banyak terdapat keindahan tersembunyi,” ujarnya.

Keberadaan Kampung Wisata Alam Pelambik yang mulai dikembangkan sekitar tangga 10 Januari 2018 lalu ini, sekarang perubahannya dapat dirasakan oleh masyarakat yang berada di sekitar area. Dimana saat ini sudah banyak masyarakat yang berjualan, seperti menjual makanan, minuman, jajanan, dan lainya.

”Bukan hanya menjual makanan dan minuman saja, tapi saat ini masyarakat juga sudah mulai memperbaiki rumahnya sendiri, dan mencari penghasilan di lokasi wisata. Insha Allah Kampung Wisata Alam Pelambik ini kedepan akan mampu mendatangkan pendapatan asli desa (PADes),” yakin Ameng. (*)