Melihat Eksistensi Pecinta Mini 4WD “Tamiya” di Kota Mataram

Melihat Eksistensi Pecinta Mini 4WD “Tamiya
TAMIYA : Para pecinta mobil Tamiya saat memainkan Tamiya di sirkuit Tamiya Jalan Udayana Mataram. (Zulfahmi/Radar Lombok)

Masih ingat dengan mainan mobil Tamiya? Mobil yang bisa dibongkar dan dimodifikasi oleh pemiliknya. Mobil mainan ini pernah booming beberapa tahun lalu. Namun seiring waktu keberadaannya berkurang.


ZULFAHMI-MATARAM


Bermain mobil mini 4WD pada sekitar tahun 1990 sampai tahun 2000 menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak-anak. Apalagi sampai bisa memiliki mobil 4WD yang terkenal dengan nama “Tamiya”. Tentunya akan sangat membanggakan sekali.

Meski sudah ada sejak tahun 90 an, pecinta mobil Tamiya ini tidak ada matinya. Warga Kota Matarampun  masih banyak yang menyimpan dan mengoleksinya.

Melalui Komunitas “Tamiya” Mataram, para pecinta berkumpul untuk menyalurkan hobi mereka dalam hal mengoleksi  mobil mainan.

Seperti yang dituturkan Sutarno, koordinator Komunitas Tamiya Mataram  menceritakan aktivitas apa saja yang mereka lakukan dengan mobil Tamiya yang mereka miliki. Ia menuturkan keberadaan Komunitas Tamiya Mataram ini terbentuk sekitar 2000 atau beberapa tahun yang lalu. Keberadaan komunitas ini mengalami pasang surut eksestensinya di Mataram, namun tidak pernah sampai mati sama sekali.

Kota Mataram yang semakin modern dengan berbagai gaya hidup tentunya mempengaruhi keberadaan komunitas ini. Di kota-kota besar di Pulau Jawa, keberadaan komunitas ini juga ada, bahkan mereka membuat event nasional untuk  melaksanakan lomba. “Kami tidak hanya lomba di tingkat lokal, tapi kami juga ikut dalam lomba tingkat nasional bersaing dengan pecinta Tamiya di kota-kota lainnya.” kata Sutarno.

Salah satu hal unik dan  menarik sehingga dirinya meski sudah dewasa masih bermain Tamiya, karena memiliki dan bermain  Tamiya memiliki keunikan sendiri yakni bisa merakit sendiri mesin-mesin mobil, dimana tantangan beratnya menjadi penghobi Tamiya bisa merakit sendiri mobil sehingga bisa berlari dengan kencang bisa melintasi semua rintangan ditrack yang sudah disediakan disetiap jalur  Tamiya.” Keunikannya kita ditantang untuk merakit sendiri agar mobil bisa lari sekencang-kencangnya.” tuturnya.

Apalagi ada jalur-jalur yang menantang namun bisa dilewati, hal itu kan menjadi kepuasan tersendiri bagi si pemilik mobil karena mobil miliknya bisa dengan maksimal berlari. Dengan adanya tantangan tersebut mobil Tamiya tidak hanya dimainkan oleh anak-anak. Tetapi juga dimainkan oleh para orang tua dan maupun kalangan dewasa.” Kalau anak-anak mungkin musiman mainnya, tapi kalau kami orang tua mainnya setiap saat,” ujarnya.

Karena sudah menjadi hobi, para pecinta ini tidak pernah berfikir untuk mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan mesin mobil yang maksimal. Untuk bisa mendapatkan kondisi mobil yang maksimal mereka harus mengeluarkan uang dari ratusan ribu sampai satu jutaan lebih agar  performa mobil tamiya bisa sempurna.” Harga mobil tamiya paling bagus ada mencapai 1 jutaan,” tuturnya.

Setiap harinya para anggota komunitas yang ada di Kota Mataram setiap harinya mereka berkumpul di salah satu sirkuit balam mobil Tamiya  yang ada di Udayana Mataram. Di lokasi ini setiap hari mereka berkumpul bersilaturahim sambil saling berbagi informasi dan mencari kebutuhan aksesoris Tamiya.(*)