MCC Sepi, Wali Kota akanPanggil Kepala Dinas

MATARAM – Mataram Craft Center (MCC) yang diperuntukkan sebagai pusat penjualan emas dan mutiara terkesan tidak terurus dan sepi. Ini terlihat dari banyaknya toko yang tutup saban hari terutama yang berada di lantai 2.

Hal ini menjadi perhatian Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh. Karena itu dirinya berencana akan memanggil pejabat Dinas Koperasi  Perindustrian dan Perdagangan.” Saya akan panggil Plt Kadisnya untuk mendengar perkembangan MCC ini,” ungkap Ahyar kemarin (7/11).

Wali kota akan mempertanyakan kondisi MCC saat ini, apakah akan tetap menjadi pusat penjualan kerajinan, atau akan dimanfaatkan untuk fasilitas publik lainnya, karena saat ini sudah banyak pedagang  yang tutup.

Di tahun anggaran 2017, MCC belum menjadi perhatian  Pemkot. Jika peminatnya terus berkurang, maka MCC bisa saja dialihkan untuk kepentingan publik lainnya. Misalnya menjadi area terbuka hijau.” Nanti kita bicarakan setelah ada penjelasan dari Diskoperindag, kenapa MCC seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskoperindag Kota Mataram Wartan menyatakan bahwa pihaknya terus menagih para penyewa toko  di MCC yang sudah lama menunggak sewa toko khususnya yang ada di lantai 2. Dinas sudah beberapa kali memberikan surat teguran kepada para penyewa, khususnya mereka yang tidak pernah membuka toko.” Kita sudah peringati mereka, tetapi masih belum patuh,” kata Wartan.

Tidak hanya sekedar memperingati, para penyewa yang menempati sekitar 16 unit toko di lantai 2 juga ditaguh.” Kita tagih juga tunggakan mereka agar dibayar,” terangnya.

Wartan mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap orang-orang yang menjadi penyewa. Karena sekarang ini pihaknya juga sudah melaporkan kondisi MCC kepada wali kota. Kalau memang orang-orang yang sudah diberikan hak sewa kemudian masih membandel tidak mau membayar denda dan tidak mau membuka usaha.” Kita akan evaluasi dan  diganti dengan pengusaha yang lain,” jelas Wartan.

Hasil evaluasi nantinya akan disampaikan. “ Saya sudah kasih ultimatum agar mereka segera membayar dan membuka kembali dagangan,” imbuhnya.

Melihat Kondisi MCC saat ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji mengatakan Diskoperindag sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus bisa mengelola MCC. Caranya paling tidak harus segera mencari kejelasan komitmen para penyewa.” Dinas harus segera mencari para penyewa untuk mendapatkan kepastian,” sarannya.

Kalau dipastikan oleh penyewa tidak akan melanjutkan lagi, maka pemerintah sebaiknya segera mengambil alih. Jangan sampai pusat penjualan kerajinan emas dan mutiara ini salah dimanfaatkan oleh para penyewa. Misalnya mereka sudah menyewa tetapi kembali disewakan kepada orang lain dan menjual barang atau memanfaatkan Ruko tidak pada tempatnya.” Ini yang kita tidak mau sehingga harus dihindarkan,” jelasnya.

Kalau memang saat ini MCC sudah tidak cocok dijadikan pusat penjualan emas dan mutiara, bisa dicarikan solusi lain, misalnya dengan memanfaatkannya menjadi pasar kesenian produk yang lain yang diminati oleh para tamu yang datang dari luar daerah.” Kalau sudah laku emas mutiara, dimanfaatkan jadi pasar kerajinan yang lainnya,” tegas politisi PKPI ini.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid