Mayat Rohiman Ditemukan Mengapung di Laut

Jasad Rohiman
TERSERET ARUS: Jasad Rohiman, korban tewas terseret arus deras di Kali Pohgading, akhirnya ditemukan mengapung di Pantai Bang-Bangan, Pringgabaya Utara, Senin (20/3). (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Akhirnya mayat warga Pohgading, Rohiman, 25 tahun, yang terseret arus deras banjir di Kali Pohgading, Minggu sore lalu (19/3), berhasil ditemukan warga di Pantai Bang-Bangan, Dusun Dasan Kerpuk, Desa Pringgabaya Utara, sekitar 9 kilometer dari TKP, Senin kemarin (20/3).

[postingan number=3 tag=”terseret”]

Korban yang berprofesi sebagai guru olahraga di SDIT Dia’ul Bahri Desa Seruni Mumbul ini ditemukan sudah menjadi mayat, dan mengapung sekitar setengah mil dari bibir Pantai Bang-Bangan. Korban ditemukan oleh salah seorang nelayan asal Kampung Duduk, Desa Labuhan Lombok, bernama Muksin yang kebetulan sedang melaut.

Jasad bapak satu putra asal Dusun Bagekgaet, Desa Pohgading Timur ini ditemukan mengapung dengan posisi tengkurap beberapa puluh meter dari lokasi budidaya mutiara yang ada di Pantai Bang-Bangan, sekitar pukul 09.30 Wita.

Tentu saja penemuan ini segera membuat geger warga, yang kemudian melaporkan hal ini ke Polisi, hingga tim dari Dit  Polair Pos Kayangan kemudian turun dan mengangkat jasad korban sekitar pukul 10.50 Wita.

Jasad yang masih mengenakan baju batik seragam sekolah, dengan celana kain berwarna hitam ini kemudian dibawa menggunakan speedboad ke Pos Polair Pos Kayangan. Sekitar pukul 11.00 Wita kemudian sampai di Pos Polair Kayangan, dan langsung dilarikan ke Puskesmas Labuhan Lombok menggunakan ambulan, untuk kemudian dipulangkan ke keluarganya di Dusun Bagekgaet.

“Saat kita sampai di TKP, kita melihat beberapa perahu nelayan berjaga dan memantau jasad yang mengapung dari jarak cukup jauh, guna mengawasi agar posisi mayat yang mengapung tak bergeser,” kata Ipda LM Ihsan, Panit Selidik Subditgakkum Dit Polair Polda NTB.

Tim kemudian turun ke air untuk mengambil korban, serta menaikkan ke speed boad, serta memasukkan ke kantong jenazah. Hingga kemudian dibawa ke markas Polair Pos Kayangan dan diserahkan ke petugas dari Puskesmas Labuhan Lombok dan kemudian diperiksa di Puskesmas Labuhan Lombok.

Sementara Petugas Medis Puskesmas Labuhan Lombok, dr Nito Candra yang memeriksa jasad korban menerangkan tidak ditemukan ada luka pada tubuh korban. “Tidak ada bekas luka pada tubuh korban, namun untuk mengetahui penyebab korban meninggal, maka kita harus lakukan autopsi,” katanya saat ditanya penyebab korban tewas.

Sebelumnya, Tim SAR dari Pos Basarnas Kayangan dibantu SAR Lotim dan beberapa relawan telah melakukan penyisiran di sepanjang kali Kokok Tanggek dari TKP di Pohgading, hingga ke muara di pesisir pantai Dedalpak sekitar 3 km. Upaya pencarian di pantau langsung oleh Kepala SAR Lotim, H Lukmanul Hakim, Camat Pringgabaya Mawardi SP, Kapolsek Pringgabaya, Kompol Cecep Muliadi dan Dandim Pringgabaya.

Sementara itu, tiga tim ini turun semenjak pukul 06.30 Wita dan bertahap dengan menyisir seluruh kali, dan bahkan menyelami air yang agak dalam, hingga kemudian penyisiran dihentikan saat mendapat informasi jika korban telah ditemukan di Pantai Bang-Bangan, Pringgabaya Utara. (lal)