Mataram Waspada Varian Baru Covid-19

WASPADA: Kota Mataram tetap waspada dengan varian baru virus Covid-19, yang disebut sudah bermutasi.(ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kota Mataram waspada dengan varian baru Covid-19 yang terus bermunculan. Awalnya, dunia dikejutkan dengan munculnya varian B.1.1.7 dari Inggris. Tidak lama setelahnya muncul lagi varian baru SARS-CoV N439K yang menyedot perhatian dunia.

Varian terakhir ini sudah terdeteksi muncul di puluhan negara. Oleh karenanya, Indonesia juga bersiaga dan mempersiapkan diri dengan munculnya dua varian baru corona ini. Tak terkecuali Kota Mataram yang meningkatkan kewaspadaan.

“Tentu kita waspada dengan munculnya varian baru covid ini. Harus kita waspada,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra kepada Radar Lombok di Mataram, kemarin (11/3).

Dijelaskannya, virus sudah biasa bermutasi atau dengan varian baru. Contohnya seperti influenza yang variannya bermacam-macam. “Biasa itu dengan munculnya contoh baru. Tapi gejalanya berbeda-beda,” imbuhnya.

Begitu juga dengan corona. Varian barunya muncul dan warga diminta untuk waspada. Perbedaannya kata pria yang karib disapa dr Jack ini, adalah pada penularan yang lebih cepat dari Covid-19. “Penularannya yang lebih cepat varian baru ini. Mungkin kalau Covid-19 katakanlah kecepatannya 20. Nah yang ini mungkin 40,” katanya.

Tentang perlunya melakukan skrining terhadap warga masyarakat. dr Jack mengatakan, skrining baru bisa dilakukan apabila varian baru tersebut ditemukan di Kota Mataram. Sedangkan varian baru ini belum ada ditemukan di Ibu Kota Provinsi NTB. Jika ada, pihaknya siap melaksanakan upaya ekstream untuk mencegah penularan baru tersebut. “Kalau misalnya ada. Kita siap kunci daerah asal warga yang terjangkit itu. Ini agar tidak menyebar virusnya,” jelasnya.

Kendati varian baru ini belum ditemukan di Mataram. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Tujuannya untuk mengawasi lebih ketat Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram yang datang dari luar negeri. “Iya kita koordinasi untuk kedatangan PMI ini. Tapi dari hasil pemeriksaan itu negatif semua,” katanya.

Kendati demikian, warga diharapkannya untuk tidak menyikapinya dengan ketakutan yang berlebihan. Terpenting adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Harus selalu menjalankan protokol kesehatan itu,” terangnya.

Selain terus patuh pada protokol kesehatan. Warga juga diminta menjaga imun tubuh secara terus menerus. “Iya imun tubuh harus tetap terjaga,” terangnya.

Varian baru juga disebutnya sama bahanya dengan covid-19. Hanya saja penyebarannya yang lebih cepat. “Makanya kita berharap banyak pada vaksin ini. Semakin banyak yang divaksin semakin bagus untuk mencegah penularan virus. Kan bisa kita kendalikan kalau sudah divaksin,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mengatakan, Mataram tentu mewaspdai varian baru corona tersebut. Meski varian baru ini belum terdeteksi di Mataram. Ia optimis Mataram akan mampu mengendalikan sebarannya. Ini karena sebelum masuk Mataram, PMI yang datang harus melewati sejumlah pengecekan. “PMI kan harus melewati beberaoa cek poin yang sangat ketat. Baik itu di bandara, pelabuhan, terminal. Sudah sangat ketat itu,” katanya.

Terlebih untuk kedatangan PMI di Kota Mataram. sudah diterapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. “Tapi masyarakat saya minta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” ungkapnya. (gal)