Mataram Usulkan 470 Formasi PPPK

USULAN PPPK: Kota Mataram mengusulkan 470 formasi PPPK ke pemerintah pusat. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kota Mataram masih kekurangan jumlah pegawai. Jumlah pegawai yang dimiliki saat ini belum ideal. Tapi penambahan pegawai terkendala oleh kebijakan pemerintah pusat yang mensetop rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Untuk menutupi kekurangan pegawai ini. Kota Mataram mengusulkan sebanyak 470 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) ke pemerintah pusat. “Usulan 470 formasi PPPK ini sudah kita serahkan ke pusat,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembang Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati di Mataram, kemarin (16/6).

Nelly mengatakan, dari 470 formasi yang diusulkan. Kebutuhan Kota Mataram tahun ini didominasi oleh tenaga pendidik. Terutama untuk kebutuhan guru agama di sekolah. “Formasi guru agama ini banyak dibutuhkan. Guru agama yang paling banyak, ada 130 formasi guru agama yang kita usulkan. Karena memang kemarin ada miss komunikasi. Jadinya formasi guru agama ini tertinggal. Sementara guru agama itu jumlahnya 150 orang yang sudah bekerja sekarang jadi kontrak atau PTT. Kita harapkan itu yang lulus jadi PPPK,” katanya.

BACA JUGA :  Total Pengungsi Bali di Mataram 142 Jiwa

Usulan kebutuhan formasi PPPK Kota Mataram dengan rincian, tenaga pendidik atau guru 331 formasi. Lalu Tenaga Kesehatan 106 formasi. Kemudian tenaga teknis 33 formasi. “Yang jelas usulan ini sudah kita sampaikan. Malah ada daerah yang dipanggil BKN karena belum mengusulkan,” ungkapnya.

Kota Mataram kini menantikan persetujuan pemerintah pusat tentang formasi yang diberikan. Tapi merunut tahun sebelumnya, formasi yang diberikan pemerintah pusat biasanya setengah dari usulan. “Makanya kita usulkan sebanyak-banyaknya. Tapi kan tidak mungkin kita mengada-ada. Itu pasti akan ketahuan di aplikasi. Pusat tentunya memverifikasi sesuai dengan jumlah pegawai yang pensiun. Minimal kita dikasi sesuai dengan yang pensiun,” terangnya.

Pegawai Kota Mataram disebutnya belum ideal. Bahkan Kota Mataram kekurangan pegawai. Apalagi pegawai yang pensiun terus bertambah setiap tahunnya. Sementara tahun ini, rekrutmen CPNS ditiadakan. Karenanya, Kota Mataram bergantung pada rekrutmen PPPK. “Tahun kemarin pegawai kita yang pensiun 226 orang. Itu jumlah yang banyak, makanya harus diakomodir melalui PPPK ini,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kapolres Mataram Aktif ke Masjid Menjadi Khatib dan Imam Salat Jumat

Tenaga kesehatan dan tenaga teknis masih dibutuhkan. Karenanya, Kota Mataram berharap kouta PPPK yang diberikan sesuai dengan usulan. “Terutama untuk guru agama itu. Usulan kita tahun ini paling banyak untuk guru, tenaga kesehatan lalu tenaga teknis. Itu masih sangat kita butuhkan. Kita tunggu nanti putusan pemerintah pusat biasanya di pertengahan tahun,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Aparatur BKPSDM Kota Mataram, usulan PPPK tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan. Tetapi juga untuk mengakomodir pegawai yang pensiun. “Harapan kita kouta PPPK yang diberikan setidaknya sesuai dengan jumlah pegawai yang pensiun,” katanya. (gal)