Mataram Sepi, Maling Kembali Beraksi

MATARAM—Ditengah wabah pandemi corona (COVID-19), aksi pencurian di Kota Mataram, bertambah marak. Para pelaku sepertinya memanfaatkan keadaan yang sepi, dengan adanya imbauan pemerintah terkait penerapan jam malam. Ditambah lagi pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) yang dilakukan Pemkot Mataram, untuk menghindari kerumunan.

Suasana yang sepi itu, dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal. Kali ini Lapak milik Mama Rafi Baihaqi, salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Udayana Mataram, yang menjadi sasaran. Semua barang didalam Lapak milik anggota APKLI Kota Mataram ini diacak-acak, dan barang yang berharga diambil para pencuri.

Kejadian pencurian ini sangat disayangkan Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rahman. Padahal sejak awal sudah ada imbauan dari Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, untuk menyalakan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), baik di jalan raya maupun taman-taman pusat kuliner seperti Udayana. “Ini kok ngeyel sekali Kadis Perkimnya. Sudah jelas ada perintah dinyalakan lampu. Tapi kok tidak ditaati perintah pimpinan kepala daerah,” katanya kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (26/4).

Menurutnya, aksi pencurian yang semakin marak dan tidak terbendung, tidak lepas dari banyaknya PJU yang mati. Masyarakat semakin resah saat ini, bukan hanya PJU di Jalan Protokol saha yang dimatikan, namun PJU di Jalan Lingkungan juga turut dimatikan. Suasana Kota Mataram terkesan sepi seperti kuburan kalau malam hari. Sehingga ditengah pandemi corona ini, masyarakat semakin cemas dan tambah horor.

Politisi Gerindra ini juga meminta Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh untuk bersikap terkait kelalaian dari bawahannya. Ia juga berharap ada evaluasi terkait dengan beberapa kebijakan yang pernah dikeluarkan. Seperti mematikan lampu PJU, sebagai salah satu pemicu aksi kriminalitas. “Jangan ada lagi korban berikutnya. Karena malam hari ditengah pandemi semakin rawan,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Herman meminta akses publik untuk lebih dijaga ketat lagi. Terutama untuk lampu penerangan jalan, semestinya sejak awal tidak ada pembatasan. Karena ini menyangkut juga dengan kenyamanan dari pengguna jalan. “Kita sejak awal mengingatkan agar lampu PJU seharusnya tetap menyala, untuk menghindari aksi kriminalitas yang semakin tinggi saat ini,” singkatnya. (dir)