Mataram Pesimis WSBK 2023 Bisa Tingkatkan Pajak Hotel

HOTEL: Berkaca dari penyelenggaraan tahun 2022 lalu, tahun ini Kota Mataram tidak mau berharap banyak dengan gelaran WSBK bisa meningkatkan penerimaan pajak hotel. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Seri kedua balap motor dunia atau World Superbike (WSBK) akan kembali digelar di Sirkuit Mandalika, 3-5 Maret 2023 mendatang. Namun Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak antusias seperti sebelumnya menantikan gelaran balap motor dunia ini.

Alih-alih memasang target tinggi untuk penerimaan pajak hotel selama gelaran WSBK berlangung. Kota Mataram justru tidak berharap banyak WSBK 2023 bisa mendatangkan peningkatan penerimaan pajak hotel.

“Kita tidak mau berharap banyak. Kita tidak jadikan WSBK ini bisa meningkatkan penerimaan pajak hotel di sini (Mataram),” ujar Kabid Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Ahmad Amrin, Kamis (19/1).

Kota Mataram pesimis karena berkaca pada penyelenggaran WSBK tahun lalu. Target penerimaan pajak hotel sudah dipasang, tetapi kenyataannya jauh dari yang diharapkan. Hotel di Kota Mataram cukup sepi dan tidak didatangi oleh penonton WSBK.

Baca Juga :  Jalan Pusuk Kembali Ditutup

Demikian penerimaan pajak hotel dari gelaran WSBK tahun 2022 lalu tidak sesuai ekspektasi. Karena penerimaan pajak hotel sama dengan bulan-bulan sebelumnya.

Petugas BKD yang diturunkan untuk melakukan pengawasan dan penungguan di sejumlah hotel di Kota Mataram. Hasilnya memang sepi dari kunjungan tamu. “Tidak sesuai ekspektasi yang kemarin itu,” katanya.

Meski tidak berharap banyak dengan WSBK tahun ini. Namun Kota Mataram memilih menunggu apakah akan memasang target lagi untuk penerimaan pajak hotel atau tidak.

“Kita lihat dulu, karena waktu kita masih panjang kan. Kalaupun ada pengaruh signifikan, kita bersyukur dan bisa merubahnya di anggaran perubahan nanti. Tapi untuk sementara ini kita belum berani berhitung,” terangnya.

Animo penyelenggaraan WSBK disebutnya berbeda dengan MotoGP. Bahkan untuk Kota Mataram sebagai salah satu daerah penyangga, sangat terdampak dengan gelaran MotoGP. Tolok ukurnya di perhelatan MotoGP tahun lalu. Walaupun pelaksanaannya masih dalam kondisi penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tetapi penerimaan pajak hotel di Kota Mataram meningkat pesat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Dosen Positif Corona, UIN Mataram Lockdown Tiga Hari

“Kita penasaran itu waktu MotoGP masih PPKM. Itu ada pengaruhnya hampir Rp 2 miliar untuk penerimaan pajak hotel tahun lalu. Nah kita penasaran bagaimana kalau MotoGP itu dalam kondisi normal dan PPKM sudah dicabut,” ungkapnya.

Sementara Kepala BKD Kota Mataram, H Syakirin Hukmi mengatakan, pajak hotel salah satu sektor andalan bagi Kota Mataram untuk penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia mengatakan cukup banyak kegiatan skala nasional dan internasional dilaksanakan di Pulau Lombok tahun ini. Kiranya bisa meningkatkan penerimaan daerah. ‘’Harapan kita seperti itu,’’ katanya. (gal)

Komentar Anda