Mataram Dapat Bekal 5,9 Miliar Turunkan Kemiskinan Ekstrem

Lalu Alwan Basri (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

MATARAM – Pemkot Mataram mendapat dana insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp 5.951.544.000. Penghargaan berupa anggaran tersebut penggunaannya untuk menurunkan kemiskinan ekstrem di Kota Mataram. Hadiah ini diberikan karena Kota Mataram mampu menurunkan angka kemiskinan esktrem yang cukup siginifikan. “Dana insentif fiskal ini peruntukannya untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” ujar Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri.

Dana tersebut langsung bisa digunakan Pemkot Mataram. Hadiah tersebut sudah dimasukkan dalam APBD Perubahan Tahun 2023 dan siap dieksekusi. “Sudah ada anggarannya di APBD Perubahan,” katanya.

Dengan anggaran ini, Kota Mataram berupaya agar target yang diberikan pemerintah pusat bisa tercapai. Yaitu angka kemiskinan ekstrim ditargetkan nol persen tahun 2024. “Pokoknya kita berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem ini. Kita akan akan turunkan terus,” ungkapnya.
Kemiskinan ekstrem ini akan ditangani oleh sejumlah OPD.

Tugas masing-masing OPD sudah ditentukan dengan jelas untuk menangani kemiskinan ekstrem. “Misalnya Kecamatan Cakranegara berapa jumlahnya yang kemiskinan ekstrem. Terus faktor apa saja yang ada di sana. Misalnya perdagangan atau perindustrian atau rumahnya yang seperti apa. Nah, rumahnya bisa juga kita intervensi,” terangnya.

Lalu untuk masyarakat yang butuh bantuan modal berusaha atau gerobak dorong, tentunya akan ditangani oleh Dinas Perdagangan. Dinas Koperasi dan UMKM pun kebagian penanganan untuk pengembangan usaha kecil. “Itu yang kita bagi dia dimasing-masing OPD punya gerakan nanti di sana,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2022. Kemiskinan ekstrem di Kota Mataram sebesar 1,48 persen atau 7.772 jiwa. Tetapi besaran terbaru angka kemiskinan ekstrem ini dipastikan berkurang. Karena Kota Mataram sebelumnya meminta untuk dilakukan validasi ulang.

Karena itu, anggaran yang didapatkan dari pemerintah pusat untuk pengentasan kemiskinan ekstrem harus dilakukan secara maksimal. Sebagai informasi, warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrim adalah pengeluarannya sehari sebesar Rp 11 ribu. “Anggaran itu kita pakai tahun ini. Harus digunakan sampai akhir tahun ini. Banyak itu untuk pelatihan kerja, bantuan peralatan dan sebagainya. Itu yang kita lakukan di sana,” pungkasnya. (gal)

Komentar Anda