Mataram Berstatus Level 4, Wali Kota Cek Kesiapan Oksigen dan Kamar RSUD

KESIAPAN RSUD: Wali Kota Mataram Mohan Rolsikana mengecek langsung kesiapan RSUD Kota Mataram mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Wali Kota Mataram Mohan Roliskana turun langsung memastikan persiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dalam mengantisipasi lonjakan kasus covid-19.

Wali Kota menginstruksikan, ketersediaan kamar di rumah sakit harus siap, begitu juga dengan tabung oksigen dan isinya. “Saya ingin memastikan kesiapan RSUD Kota Mataram untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19,’’ ujarnya Jumat (9/7/2021).

Saat bertandang ke RSUD, Mohan mendapat laporan tentang kapasitas rumah sakit yang tersedia. Mohan juga ingin memastikan stok tabung oksigen tetap ada Dia tidak ingin kejadian di daerah lain terjadi di Kota Mataram.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang memberi penjelasan, RSUD Kota Mataram menggunakan sistem oksigen sentral yang terhubung dengan seluruh kamar rumah sakit. Kapasitas oksigen sentral RSUD Kota Mataram sebanyak 18 ton. Selain itu, rumah sakit juga memiliki 30 tabung oksigen kapasitas 30 kubik. “Mengantisipasi ini, kami diperintahkan wali kota untuk melakukan pengisian dengan lebih intensif lagi. Ketika dulu kalau sudah 50 persen baru diisi. Sekarang kalau sudah 20 persen terpakai langsung segera diisi. Itu untuk mengantisipasi kita terhindar seperti di daerah lain,’’ kata Martawang.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Puskesmas di Lobar Sudah Mendapat Dropping Vaksin Lagi

Dia juga melaporkan, ada 38 orang yang dirawat di ruang isolasi. Terdiri dari 33 warga Kota Mataram dan 5 pasien lainnya dari luar Kota Mataram.  Kesiapan RSUD ini ditingkatkan karena Kota Mataram termasuk 43 daerah lainnya di luar Pulau Jawa dan Bali yangg ditetapkan berstatus level 4 covid-19. “Makanya Bapak Wali Kota meminta RSUD untuk bersiap menghadapi  lonjakan kasus ini,’’ terangnya.

IGD RSUD Kota Mataram juga dipastikan sudah siap. Saat ini disiapkan 7 tempat tidur pasien, ditambah lagi 59 tempat tidur di ruang isolasi. “Kalau terjadi peningkatan kasus, kami sudah menyiapkan ruang rawat inap yang akan kita fungiskan untuk perawatan pasien terkonfirmasi positif covid-19,’’ jelasnya.

Selanjutnya, pasien yang dirawat di dua rumah sakit darurat juga cukup banyak. Di Hotel Fizz dan Nutana Hotel masing-masing merawat 25 pasien. “Itu berkurang dari sebelumnya yang merawat 31 pasien. Selain ketersediaan kamar dan tabung oksigen, tenaga kesehatan rumah sakit juga siap. Di puskesmas juga diperintahkan untuk siap. Tabung oksigennya harus tersedia,’’ imbuhnya.

BACA JUGA :  Download Surat Edaran Terbaru Gubernur NTB Terkait PPKM

Untuk diketahui, ada total empat level penilaian krisis covid-19 di sebuah daerah berdasarkan indikator yang ditetapkan WHO.

Level 1 artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2 artinya ada 20-50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5-10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1-2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 3 artinya ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 4 artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk. (gal)