Masyarakat Terara Keluhkan Drainase Tak Berfungsi

DRAINASE: Tampak drainase di belakang Pasar Terara yang belum dikerjakan, sehingga menjadi penyebab banjir ketika hujan datang (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Meski pembangunan Pasar Tetara sudah selesai dikerjakan, namun masih ada yang belum diselesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Lotim, yaitu memperbaiki saluran drainase di Pasar Terara yang tidak berfungsi. Sehingga menjadi penyebab banjir di RT Ortek Pekadusan Terara Utara ketika musim hujan datang.

Seperti penuturan salah satu warga RT Ortek Pekadusan Terara Utara, Marlyn Ulfa, yang mengatakan drainase di Pasar Terara ini sejak pasar di bangun hingga selesai, sudah tidak berfungsi lagi. Karena itu, pada saat hujan turun, air menjadi tidak bisa mengalir dan mengakibatkan banjir.

“Menurut informasi yang kita dapat dari masyarakat lain, sudah lama pemerintah katanya akan mengerjakan ini, bahkan sudah mau hampir setahun. Tapi kenyataannya hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda akan dilakukan pengerjaan,” ungkapnya, saat ditemui di rumahnya JUmat kemarin (2/12).

Marlin mengatakan, dari beberapa Kekadusan yang ada di Terara, yang menjadi langganan banjir yaitu masyarakat yang berada RT Ortek yang dihuni puluhan kepala keluarga. Namun masyarakat di sini tidak hanya diam. Melihat banjir akibat drainase yang tidak berfungsi, masyarakat melakukan pembersihan, namun tetap saja tidak bisa.

Baca Juga :  Petugas Temukan Makanan tak Layak Jual di LCC

“Kita bukannya tidak bisa. Namun peralatan yang tidak memadai, dan tanah yang berada di jalan umum. Kita tidak berani menggalinya. Sebelum pasar ini ini dibagun tidak seperti ini, pemerintah harus tanggung jawab dong,” pintanya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Yuni Sara, warga RT Ortek lainnya. Menurutnya, pemerintah hanya bisa janji-janji saja kepada masyarakat. Kenyataan di lapagan tidak jarang masyarakat hanya diberikan janji palsu.

“Kalau ada maunya saja pemerintah menyambangi masyarakat. Coba saja tidak ada tujuannya, saya yakin pemerintah tidak akan pernah turun ke lapangan melihat kondisi masyarakatnya,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala Desa Terara, Ihkwan mengatakan perbaikan drainase yang berada di Pasar Terara itu merupakan pekerjaan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan umum. Dimana sejak pasar ini mulai beroperasi, belum pernah disentuh lagi oleh tangan pemerintah.

Baca Juga :  Tak Penuhi Standar, Dikpora Keluarkan Izin

“Kita sudah bersurat ke Pemda. Namun hingga saat ini kita belum mendapat jawaban dari pemerintah. Kalau saja boleh dana desa dipakai, pasti saya akan anggarkan agar masyarakat tidak kebanjiran lagi,” ujarnya.

Disampaikan, selain drainase pasar yang tidak berfungsi, sebelumnya di depan kantor desa hingga sepanjang jalan ada drainase untuk mengantisipasi terjadinya banjir di sepanjang wialayah pertokoan Terara. Namun setelah terjadinya pelebaran jalan, drainase itu sudah tidak ada lagi, sehingga kerap kali terjadi banjir.

“Di depan kantor desa ini dulunya ada drainase, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Ini kita ajukan ke PU pusat, dan mengirimkan gambar banjir. Namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya,” akunya.

Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum Lotim, dalam hal Ini Kabid Pengairan ketika dikonfirmasi Radar Lombok sedang tidak berada di tempat. Salah satu stafnya mengatakan kalau Ibu Kabid sedang ada kunjungan kerja di Jakarta. (cr-wan)

Komentar Anda