Masyarakat Tanjung Luar Polisikan Kades

Masyarakat Tanjung Luar Polisikan Kades
PENGADUAN: Masyarakat Desa Tanjung Luar mendatangi SPKT Polres Lombok Timur, untuk mengadukan Kadesnya sendiri terkait penebangan pohon di kuburan. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Masyarakat Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Senin kemarin (24/7), mendatangai Mapolres Lombok Timur (Lotim), untuk mengadukan Kepala Desa (Kades) Tanjung Luar, yang telah menebang pohon di kuburan desanya. Sehingga menyebabkan banyak kuburan masyarakat yang rusak, akibat tertimbun oleh pohon yang tumbang.

Salah satu Ketua Pemuda Desa Tanjung Luar, Daeng Nurudin mengatakan dalam penebangan pohon di kuburan, masyarakat Tanjung Luar tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari Kades. Sementara dalam pernyataannya, Kades  mengaku kalau pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para tokoh masyarakat.

“Kami tidak tau ada sosialisasi dari kepala desa, kenapa dia tiba-tiba menebang kayu (pohon di kuburan), sehingga masyarakat dirugikan,” katanya saat ditemui di SPKT Polres Lombok Timur, kemarin.

Namun kedatangannya ke Mapolres Lotim kali ini bukan untuk melaporkan Kades, melainkan untuk mengadu agar mendapatkan solusi yang terbaik. Sehingga permasalahan yang  ada di desanya bisa selesai dengan baik.

Apalagi, Kades ingin menjual kayu tebangan pohon di kuburan itu tanpa persetujuan dari masyarakat setempat. “Pada saat saya menyetop truk pembawa kayu dan mempertanyakan kayu ini. Kok saya yang mau dipukul oleh Kepala BKD-nya,” ujar Daeng.

Dari hasil penjualan kayu yang dilakukan oleh Kades sambungnya, katanya akan digunakan sebagai biaya pembuatan tower di pemakaman. Namun yang dipermasalahkan saat ini, kenapa desa tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu. ”Kalau hal ini dilakukan dengan sosialisasi, tidak mungkin akan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lotim, AKBP Wingky Aditya membenarkan adanya pengaduan yang dilakukan oleh masyarakat Tanjung Luar. Namun menurutnya, pengaduan itu masih perlu dipelajari dahulu oleh kepolisian. ”Pangaduan ini kan baru masuk. Jadi kita akan mempelajari dulu pangaduan ini, apakah Kades atau siapa yang melakukan, nanti kita akan periksa,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Mulki mengatakan berdasarkan aturan penebangan pohon tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Namun di kasus yang terjadi di Tanjung Luar, pihaknya mengaku kecolongan. ”Kita sudah menurunkan tim dari DLHK, yang berkoordinasi dengan Polsek setempat. Hanya saja yang dikedepankan saat ini yaitu azaz stabilitas, karena hal itu terlanjur terjadi,” katanya.

Jika melihat dari kejadian ini, sudah jelas desa melakukan pelanggaran. Bahkan dari segi hukum penebangan tanpa izin DLHK, sudah jelas melanggar aturan dan tidak ada toleransi. Namun hingga kini belum ada tidakan hukum, karena beberapa pertimbangan. ”Itu sebabnya Tim DLHK kita turunkan, koordinasi dengan Polsek untuk menyerap pandangan-pandangan tokoh masyarakat yang ada di desa. Karena kita sangat sayangkan hal ini bisa terjadi,” tegasnya.

Dikatakan, jika pemerintah desa sebelumnya mengajukan permohonan tertulis atau permakluman ke DLHK, kemungkinan akan ada jalan keluar dari pemerintah. Sehingga kerusakan yang ditimbulkan akibat penebangan ini tidak terjadi. ”Sementara yang terjadi disini tidak pernah meminta izin ke kita,” katanya.

Untuk penebangan pohon yang berada di tempat umum sambungnya, sudah ada mekanisme yang harus dijalani. Sehingga tidak bisa melakukan penebangan secara gampang yang dilakukan oleh masyarakat. Karena kalau ada permohonan penebangan pohon, itu akan dikaji lebih dahulu. Selain itu, sebagian dari hasil pemotongan kayu juga akan masuk ke kas daerah. ”Jadi harus jelas dulu, tidak bisa asal menebang pohon sembarangan,” tandasnya. (cr-wan)

BACA JUGA :  MTQ Lotim Dipusatkan di Masbagik