Masyarakat Sembalun Adukan UPP ke Wagub

LOTIM—Masyarakat Sembalun yang dimotori para pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS) melakukan aksi damai saat kunjungan Wagub, h. Muhammad Amin, ke Sembalun dalam rangka launching showroom Taman Horti Sembalun, Minggu lalu (24/7). Mereka menuntut melakukan dialog secara langsung dengan Wagub, guna mengadukan berbagai hal terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh aparat UPP Sembalun selama ini.

Rupanya aksi mereka mendapat sambutan, dengan dibolehkannya mereka melakukan dialog langsung dengan Wagub. Dimana kesempatan tersebut sejumlah perwakilan masyarakat Sembalun dari beberapa desa ini mengungkapkan berbagai hal terkait dugaan penyimpangan program oleh PPL Pertanian, dan tudingan terhadap UPP yang sama sekali tidak memiliki prestasi apa-apa selama ini.

Senada, mereka menyimpulkan banyak program yang telah digelontorkan pemerintah pusat yang dihajatkan bagi masyarakat Sembalun. Namun dikatakan tidak tepat sasaran, bahkan banyak yang tidak jelas, sehingga merugikan masyarakat Sembalun dan pemerintah tentunya. “Banyak program yang dilaksanakan kemudian sia-sia dan tidak ada manfaatnya,” kata salah satu jurubicara aksi.

Seperti bantuan bibit bawang putih, masyarakat diberikan bibit yang masih muda, sehingga tidak bisa tumbuh. Sementara bibit-bibit yang bagus diarahkan ke kecamatan lain, yang oleh penerima bantuan justeru dijual kembali kepada masyarakat Sembalun. Belum lagi datangnya bibit terlambat, dan lainnya.

“UPP tidak layak ada di Sembalun. Saat dulu menangani perkebunan kopi menjadi hancur, dan kini bawang putih malah bibit yang baik diberikan ke kecamatan lain, sementara petani Sembalun diberikan yang kualitasnya jelek,” sambung perwakilan lainnya.

BACA JUGA :  Tak Mampu Kelola UPP Pijar, CV Singa Utama Mundur

Mereka juga mengadukan para oknum PPL yang hanya mengurusi proposal yang kemudian membagi-bagi program hanya untuk kelompok mereka semata. “Semestinya PPL itu lebih pintar dari petani, sehingga bisa memberikan edukasi. Kalau menjadi PPL hendaknya menjadi PPL betulan, dan jangan menjadi PPL proposal,” kriktik mereka di hadapan Wagub.

Koordinator Aksi, Ridu, mengatakan pihaknya merasa puas dapat menyampaikan langsung hal ini ke Wagub. “Alhamdulillah, apa yang kita suarakan sejak dulu tentang kebobrokan UPP Sembaun terakomodir oleh Pak Wagub, terutama tentang oknum PPL-nya yang tidak beres,” ujarnya seraya berharap Wagub dan Pemkab Lotim tidak hanya mengakomodir saat itu saja, melainkan harus segera ditindaklanjuti.

Sementara Wagub NTB, H. Muhammad Amin, menanggapi pengaduan itu, kemudian meminta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lotim dan NTB, untuk melakukan evaluasi dan kajian terhadap pengaduan langsung masyarakat tersebut.

“Ini tidak bisa dikesampingkan, karena ini laporan dari lapangan. Kalau memang ada yang perlu dirapikan, segera dilaksanakan,” perintah Wagub kepada Kadis Pertanian yang hadir.

Sedangkan kepada para perwakilan masyarakat tersebut, Wagub Amin mengatakan kalau hal tersebut (pengaduan) perlu dibuktikan di lapangan, serta dilakukan kajian-kajian terlebih dahulu, sebelum diambil tindakan. (lal)