Masyarakat Selatan Mulai Keluhkan Air Bersih

PANDANDURE: Tampak Bendungan Pandandure yang airnya dimanfaatkan PDAM untuk pengolahan air bersih, yang nantinya disalurkan ke wilayah selatan Lotim yang hingga kini masih kesulitan air bersih (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Memasuki musim kamarau, sejumlah warga Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lotim, mulai mengeluhkan kekurangan air bersih. Padahal bulan puasa, kebutuhan air bersih sangat penting bagi warga dalam menjalankan ibadah, termasuk kebutuhan untuk mandi dan lainnya.

“Kalau disini setiap bulan Juni hingga bulan Agustus, bahkan September sudah mulai kering. Terpaksa kita harus beli air kalau seperti ini,” keluh Inaq Siti, asal Lendang Lombok, Desa Sekaroh, Minggu kemarin (4/6).

Saat ini katanya, dia mengaku terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi. Dimana air sungai tersebut merupakan tampungan air hujan yang sewaktu-waktu turun sebelumnya. “Kalau sekedar mandi dan mencuci, masyarakat bisa menggunakan air embung (bendungan kecil, red). Tapi sekarang hujan sudah tidak turun, jadi terpaksa kita beli,” ujarnya.

Terpisah, Manajer Umum PDAM, Rusdi mengatakan untuk harapan masyarakat Lotim dapat menikmati air bersih dari PDAM bakal segera terwujud. Pasalnya, saat ini pipa instalasi air baku sudah mulai ditanam dari Bendungan Pandanduri ke wilayah selatan. ”Setelah pemasangan pipa selesai, air terlebih dahulu di tampung di Sakra Barat. Untuk kemudian disalurkan ke wilayah selatan, yang diperkirakan pemasangan pipa akan selesai akhir tahun ini,” janjinya.

Pembanguna jaringan air bersih merupakan proyek BWS, bekerja sama dengan Pemkab Lotim, dalam hal ini PDAM. Dimana PDAM nantinya akan mengoperasikan instalasi pengolahan air yang akan di bangun setelah pemasangan pipa selesai.

Rencananya pipa ini akan dipasang sampai bak penampungan yang ada di lapangan Sakra Barat, tepatnya dekat Polsek Sakra Barat, karena secara kebetulan disana terdapat bak penampungan sementara. Dari bak tersebut, air bersih yang sudah di olah itu akan diteruskan melalui jaringan pipa PDAM.

“Selain mengambil air di Bendungan Pandandure, sumber air juga rencananya akan di ambil dari Kali Sodang. Ini untuk mengantisipasi  seandainya debit air Pandandure tidak cukup,” jelasnya.

Sementara itu, isu penyusutan debit air Dam Pandandure akibat cukup lama hujan tidak turun, ditambah kebutuhan petani akan air untuk menanam tembakau, dibantah tegas pihak Dinas Pekerjaan Umum Lotim, dalam hal ini Kepala Bidang Perairan, Sosiawan Putraji.

BACA JUGA :  Lotim Masih Datangkan Sapi Sumbawa

Menurut Putraji tidak ada penyusutan, dan air Dam Pandandure masih dalam keaadaan normal, serta masih bisa memenuhi kebutuhan petani tembakau yang sekarang sedang sibuk menanam.

“Jadi sampai saat ini belum kita menemukan di lapangan kalau ada petani yang kesulitan atau kekurangan air terhadap pertanian. Insha Allah masih aman,” tandas Putraji.

Agar tidak terjadi kekurangan air pertanian, pihaknya juga terus melakukan pemantauan, bekerjasama dengan beberapa pengamat perairan yang ada di wilayah selatan. Disamping itu, untuk mengisi bendungan ini juga sudah ada sungai yang secara khusus mengalir ke Pandandure.

”Kalau debit air yang keluar, sama yang masuk tidak bisa kita baca. Karena bendungan ini bukan tampungan air, tetapi merupakan bendungan untuk menampung air hujan,” tegasnya.

Disampaikan, Dam Pandandure untuk sementara bukan hanya melayani wilayah Kabupaten Lombok Timur saja, namun bendungan raksasa ini juga melayani sebagian wilayah di Kabupaten Lombok Tengah, yang mempunyai jadwal khusus pengiriman air.

”Berapa wilayah yang menggunakan air dam ini, saya tidak tau pasti. Namun mempunyai jadwal gilir. Misalnya Lotim mendapatkan 4 hari, maka Lombok Tengah juga mendapat giliran 4 hari. Yang jelas, saat ini sudah mengalir ke sana,” tegasnya.

Dengan adanya jatah untuk Kabupaten Lombok Tengah, maka saat ini pengamat wilayah selatan intens melakukan komunikasi lintas kabupaten, untuk memberikan pasokan air kepada petani di Lombok Tengah. Sementara terkait pasokan air untuk wilayah Kecamatan Sakra Timur, saat ini sedang dalam tahap pelelangan.

Untuk tetap menjaga kelancaran air ke semua wilayah, nantinya akan disepakati jadwal gilir. Artinya, untuk saat ini air Pandandure ada 13 juru pengairan yang mendapatkan jatah dari Dam Pandandure. “Kalau suplai air ke wilayah timur ini beroperasi, maka juru pengairan akan bertambah satu lagi menjadi 14 juru pengairan,” pungkasnya. (cr-wan)