Masyarakat Selatan Butuh Lampu Penerangan Jalan

JALAN WISATA: Tampak jalanan yang mulus di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lotim, yang merupakan jalan menuju kawasan obyek wisata. Sayangnya, jalanan ini tak dilengkapi LPJ, sehingga gelap gulita kalau malam hari (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kebaradaan Lampu Penerangan Jalan (LPJ) bukan hanya dibutuhkan oleh masyarakat di perkotaan saja. Namun warga perdesaan juga sangat membutuhkan LPJ, seperti Kecamatan Jerowaru yang kini mulai ramai lalu lalang wisatawan, baik siang maupun malam hari.

Hasan, salah satu tokoh pemuda setempat, yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Jerowaru menyatakan sudah seharusnya pemerintah memperhatikan wilayah-wilayah yang telah berkembang menjadi obyek wisata. Baik itu infrastruktur jalannya, hingga fasilitas LPJ yang hingga kini belum terlihat di wilayah selatan Lotim.

“Kalau melihat kota-kota lain, termasuk Kota Mataram dan sekitarnya, lampu penerangan jalan dipasang. Tetapi wilayah selatan Lotim yang merupakan kawasan wisata, kok gelap gulita?” tanyanya, Jumat (6/1).

Dikatakan, Lotim merupakan kabupaten terbesar di NTB. Namun pembangunan dan pemerataan terhadap pembangunan masih belum maksimal. Terutama yang paling gampang dikerjakan yakni pembuatan LPJ sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi.

[postingan number=3 tag=”pju”]

Apalagi sebentar lagi aka nada Gawe Beleq (Kerja besar) Bau Nyale, yang akan digelar oleh masyarakat kawasan selatan Lotim, tentu butuh perhatian dari pemerintah. Mengingat setiap kali even ini digelar, kerap terjadi perampokan dan pembunuhan akibat masih sepi dan gelapnya wilayah selatan.

“Kejadian-kejadian seperti itu kan salah satu faktor penyebabnya adalah karena gelap. Coba terang, kemungkinan besar itu tidak akan terjadi. Para wisatawan saja sudah berapa yang mejadi korban?” ulasnya.

LPJ menurutnya, bukan hanya sebagai penerang saja. Namun juga sebagai salah satu pendukung berkembangnya petumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Hanya saja, Pemda maupun pemerintah pusat terksan belum melakukan gebrakan bagi masyarakat, khususnya wilayah selatan Lotim.

Tak hanya di wilayah selatan, di daerah perbatasan antara Lombok Tengah dengan Lombok Timur juga masih sangat minim LPJ. Padahal jalur selatan ini merupakan jalur menuju Bandara, namun hingg kini belum mendapat perhatian dari pemerintah. Sehingga masyarakat yang melewati jalur selatan ini , merasa resah dan takut. “Ayo dong pemerintah. Jangan hanya fokus sama kepentingan diri sendiri saja. Berikan masyarakat rasa aman, dan jaminan keamanan,” pintanya.

Sementara Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulikipli mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya, sekaligus pengajuan kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hanya saja hingga kini belum mendapat jawaban dinas terkait. ”Kalau dilihat di wilayah selatan ini, ratusan titik LPJ yang dibutuhkan, dengan jarak 10 hinggga 30 meter,” ujarnya.

Tahun 2017 ini juga pihaknya akan mengusulkan untuk pengajuan pembuatan LPJ. Sehingga jalan-jalan di Kecamatan Jerowaru yang merupakan jalan wisata bisa trerang seperti daerah lainnya di NTB. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid