Masyarakat Sambelia Ancam Demo Kadis PU

SURAT KEBERATAN: GP3A Sambelia didampingi Kades Sambelia, Subandi menunjukkan surat keberatan atas dimutasinya Pengamat Pengairan Sambelia ke Kantor Camat, dan mengancam akan membawa massa untuk ngeluruk ke Kantor PU (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Masyarakat Sambelia yang tergabung dalam Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Sambelia menuding Kepala Dinas PU Lotim, Tono Satriya Wibawa tidak memperhatikan aspirasi masyarakat, dengan memutasi Pengamat Pengairan Kecamatan Sambelia, Zainuddin yang selama ini dianggap berkinerja baik, apalagi baru menjabat selama satu tahun.

Karena itu masyarakat menuntut agar yang bersangkutan segera dikembalikan, dan jika tidak maka mereka mengancam akan melakukam aksi mengerahkan massa dan mendatangi Kadis PU.

“Pengamat Pengairan yang dimutasi seenaknya itu diangkat oleh masyarakat secara aklamasi dihadapan Pak Wabup setahun lalu, sebagai wujud kepercayaan masyarakat pada yang bersangkutan,” kata salah satu Pekasih anggota GP3A Sambelia, Amaq Nurhayati, alias Amaq Angga, Kamis kemarin (9/3).

Dikatakan, bahwa Kadis PU mestinya dapat memahami kondisi dibawah dan tidak serta merta menempatkan orang yang tidak bisa bekerja dan tidak memahami masyarakat Sambelia.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Dia juga mengaku sangat heran, kenapa orang yang kinerjanya baik dan sangat dekat dengan masyarakat dibawah dan para petani, justeru seenaknya dipindah ke bidang yang dia tidak tahu sama sekali. Sementara yang bersangkutan sangat memahami tentang pengairan dan persoalan pertanian. “Sementara justeru kemudian menunjuk keluarganya sendiri yang tidak bisa bekerja. Ini tentu sangat meresahkan masyarakat, khususnya petani,” paparnya.

Zainuddin dikenal sangat dekat dengan para pekasih, bahkan petani di Kecamatan Sambelia, lantaran banyak memahami persoalan para petani. Sehingga dia pun kemudian dipercaya dan diangkat secara aklamasi di hadapan Wabup menggantikan pejabat sebelumnya yang telah meninggal. “Kami inginkan ia dikembalikan karena dia jujur, suka membantu dan bahkan tidak pernah berpikir dua kali jika mau membantu petani, serta tidak pernah takut untuk berkorban demi melayani kami para petani,” tegasnya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua GP3A, L Saparudin juga menuntut agar yang bersangkutan segera dikembalikan sebagai pengamat pengairan. “Dia orangnya sangat dekat dengan para petani, kalau ada kerusakan saluran air dia tidak segan-segan menyumbang demi membantu petani, kalau melayani masyarakat tidak pernah berfikir ada tidak uang dinas atau tidak, makanya kami sangat kehilangan dan saya rasa pejabat seperti inilah yang selalu diinginkan bupati, tetapi kenapa Kadis PU justeru membuangnya ke kecamatan padahal bukan bidangnya,” katanya menyayangkan.

Kades Sambelia, Subandi juga sangat menyayangkan hal ini sehingga dengan tegas mengatakan jika Kadis PU tidak tahu apa-apa dibawah dan hanya main pindah anak buah. “Saya sarankan kepada Kadis PU itu agar turun ke bawah lihat situasi dan kondisi di bawah jangan hanya menerima laporan tidak jelas kemudian main pindah, sementara orang yang dipindah adalah orang berkualitas dan orang yang ditunjuk keluarganya sendiri yang tidak jelas,” katanya lantang.

Ia menuding Kadis PU tidak tahu apa-apa tentang bagaimana situasi dibawah, sehingga kemudian mengambil kebijakan yang salah. Apalagi kemudian menempatkan orang yang sama sekali tidak diharapkan. “Yang tahu di bawah itu kami. Kinerja mereka seperti apa itu kami yang tahu. Jadi apa salahnya kalau mau memindah itu berkoordinasi dulu dengan pemerintah setempat, Kecamatan atau Desa, dan bukan main cabut. Kemudian menempatkan keluarganya begitu,” imbuhnya.

Kades yang baru dilantik seminggu lalu ini mengancam akan melaporkan hal ini ke Bupati Lotim, dan mengancam jika hal ini tidak segera ditindak lanjuti maka ia akan membawa massa ke Kantor Dinas PU sebagai bentuk support pada masyakatnya yang dikatakan dizolimi oleh pejabat terkait.

Jangan hanya beralasan sebagai penyegaran dan kebijakan bupati, kemudian mengorbankan orang yang memang sangat dibutuhkan masyarakat, serta menunjuk kroninya. “Bila perlu Kadis PU itu yang dimutasi,” tegasnya.

Sementara surat keberatan yang telah dibuat, dan rencananya akan dilayangkan ke Bupati Lotim sebagai bentuk keberatan masyarakat Sambelia atas kebijakan yang dianggap tidak memihak masyarakat tersebut. Rencananya, Sabtu besok surat yang ditandatangi oleh 13 pekasih dan tokoh masyarakat Sambelia ini akan dilayangkan  ke Bupati Ali BD. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid