Masyarakat Jerowaru Kesulitan Air Bersih

Masyarakat Jerowaru Kesulitan Air Bersih
BANTUAN AIR BERSIH: Akibat kekeringan, warga Dusun Saung, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, terlihat antri bantuan air bersih yang dibagikan oleh Pemkab Lotim, Minggu kemairn (13/8). (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kondisi kekeringan di wilayah selatan Lombok Timur (Lotim) kian parah. Masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air bersihnya. Ini terjadi hampir setiap tahun, tanpa ada solusi nyata dari pemerintah daerah.

Untuk itu, warga berharap pemangku kebijakan memiliki inisiatif memikirkan kebijakan yang bisa menghilangkan dahaga mereka secara permanen. “Kalau di dusun kami ini sudah puluhan tahun kesulitan air bersih. Untuk mengatasinya, masyarakat setiap hari harus membeli,” keluh Inaq Basri, Warga Dusun Saung, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Minggu kemarin (13/8).

Di satu sisi, kondisi ekonomi masyarakat semakin terbatas untuk membeli air bersih dari Lingkoq Tutuq. Padahal, membeli adalah satu-satunya cara masyarakat untuk menutupi kebutuhan mereka akan air bersih. Meski demikian ia harus rela mengeluarkan uang Rp 150 ribu hingga Rp 210 ribu per tangki.

“Bagi masyarakat yang mempunyai penampungan air di rumahnya, mereka membeli air dengan harga Rp 200 ribu, terkadang Rp 150 ribu. Sementara untuk per jerigen kita membeli dengan harga Rp 2000,” akunya.

Guna mengantisipasi kekeringan yang setiap tahun terjadi di dusunnya, banyak masyarakat yang mencoba membuat sumur. Hanya saja airnya asin, sehingga tidak bisa digunakan untuk memasak dan minum. ”Saya sudah mencoba membuat sumur, bahkan saya menghabiskan uang sampai Rp 3 juta. Tapi ketika sudah jadi, airnya ternyata asin, dan hanya digunakan untuk mandi saja,” kisahnya.

Hal senada disampaikan Inaq Oden, warga yang sama, dimana menurutnya kelangkaan air bersih itu bahkan seperti sudah menjadi warisan turun-temurun. Kenapa demikian, karena sejak dirinya menikah hingga mempunyai cucu, air bersih di dusunnya harus dia beli. Tidak seperti desa-desa lain yang berada jauh dari pesisir. “Dulu pemerintah pernah menjanjikan kita untuk memasangkan pipa. Tapi hingga saat ini janji itu tidak bisa dilaksanakan,” tagihnya.

Namun demikian, adanya pembagian air bersih oleh pihak pemerintah daerah, tentu membuatnya bahagia. Meski air yang di bagikan oleh pemerintah itu dia hanya mendapat jatah sebanyak 2 ember saja. ”Yang namanya bantuan, kita pasti senang. Bisa mengurangi biaya keseharian,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Jerowaru, Ahmad Zulkifli mengungkapkan bahwa kekeringan saat ini sudah terjadi di 12 desa di wlayahnya. Total ada sekitar 360 titik lebih yang mengalami kekeringan. “Bahkan ada satu desa yang mengalami kekeringan sepanjang masa, yakni Dusun Saung, Desa Wakan, dan Desa Sekaroh,” beber Camat.

Warga di dusun ini lanjutnya, tidak memiliki sumur karena lokasinya yang dekat dengan pesisir. Sehingga warga hanya mengambil air di DAM Songkok yang cukup jauh dari lokasi tempat mereka tinggal.

Untuk mengatasi kekeringan di wilayahnya tersebut, Zulkifli mengaku sudah bersurat ke pihak BPBD Lotim, sehingga pihak terkait bisa segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat. ”Data dari desa yang mengalami kekeringan sudah kita ajukan. Namun belum ada tanggapan,” keluhnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan untuk pembuatan sumur bor. Hanya saja sampai sekarang juga belum ada tanggapan dari pemerintah. “Sudah dilakukan survei saja, tapi tidak tau kapan akan bisa dibuat,” ujarnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid