Masyarakat Desa Sukarara Rasakan Dampak Program BAKTI

KUNJUNGAN: Direktur LTI untuk Pemerintah dan Masyarakat BAKTI, Danny Januar bersama Direktur Infrastruktur BAKTI Kominfo, Bambang Nugroho saat berkunjung ke Desa Sukarara dalam kegiatan Media Gathering Bakti Kominfo bersama puluhan awak media online, Rabu (5/10).

PRAYA–Program yang digagas Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), cukup dirasakan dampaknya oleh masyarakat desa wisata Sukarara yang berada di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.

Hal tersebut diakui Kepala Desa Sukarara, Zakaria saat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bakti Kominfo yang telah membina para UMKM dalam program pelatihan digital marketing serta memberikan bantuan akses layanan internet bagi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur bahwa Bakti Kominfo telah membantu memberikan program pelatihan digital marketing untuk meningkatkan produktivitas UMKM dalam penggunaan akses internet di desa Sukarara,” ucapnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Media Gathering Bakti Kominfo yang diikuti oleh petinggi dari Bakti Kominfo bersama puluhan awak media online di Desa Sukarara pada Rabu (5/10).

Zakaria menuturnya, dengan adanya program dari Bakti Kominfo di desa Sukara tentu sangat memudahkan bagi masyarakat. Terutama para pelaku kerajinan kain tetun khas Lombok maupun pelaku UMKM lainnya dalam mempromosikan produk-produk secara online dengan penggunaan layanan internet.

“Dengan ada akses internet yang telah dibangun Bakti Kominfo di Desa Sukarara ini sudah dapat digunakan baik untuk pelayanan di desa maupun digunakan oleh masyarakat dalam mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di desa,” tuturnya.

Disamping itu dengan adanya layanan internet yang dibangun Bakti Kominfo, sambung Zakaria, dapat memudahkan pemerintah desa dalam mempromosikan keadaan desa, serta membantu pihaknya dalam mencari informasi peting lewat layanan internet.

“Adanya layanan ini juga sebagai alat bagi kami di kantor desa untuk memudahkan dalam membuat laporan-laporan terkait dengan perkembangan UMKM di desa kami dan lainnya,” sambungnya.

Ia juga menuturkan, sejak adanya program Bakti Kominfo masuk di Desa Sukarara pihaknya merasakan dampak yang cukup besar untuk kemajuan desa maupun para UMKM. Apalagi sinyal telepon seluler maupun jaringan internet cukup kuat.

Baca Juga :  Menkominfo Optimistis Operasi Komersial HBS Sesuai Jadwal

“Yang jelas kami merasa terbantu dengan adanya program Bakti Kominfo ini, dampaknya cukup besar bagi kami di Desa Sukarara. Jadi selama ini kami merasakan manfaatnya dengan adanya bantuan dari Bakti Kominfo,” jelasnya.

Senada juga disampaikan salah satu pelaku UMKM Desa Sukarara, Yosi Eka Kurniawati, yang merasakan dampak ada program yang telah dilaksanakan oleh Bakti Kominfo di Desa Sukarara.

“Setelah kami mendapatkan pelatihan dari Bakti Kominfo kami lebih paham digital marketing itu sangat penting. Karena sosial media itu sangat dibutuhkan dalam perkembangan usaha kami,” ucapnya.

Yosi menuturkan, dampak pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, cukup besar dampak yang dirasakan para pelaku UMKM. Namun dengan adanya pelatihan dari Bakti Kominfo terkait dengan digital marketing yang pernah diikuti sangat mambantu dalam mempromosikan produknya lewat media sosial.

Mengingat pihaknya telah dibekali bagaimana memakarkan produk lewat media sosial ketika mengikuti pelatihan digital marketing. “Yang pasti, setelah kami mengikuti pelatihan itu omset kami juga meningkat. Sebelumnya kami memaksarkan produk secara offline, sekarang sudah bisa memasarkan lewat online dan di market ples,” tuturnya.

Dengan adanya pelatihan digital marketing yang pernah diikuti, kata Yosi yang juga sebagai owner Ombak Food,  mengaku, sekarang sangat mudah menjangkau para konsumen, yang awalnya tidak bisa dijangkau lewat offline. Namun lagi-lagi dengan adanya program Bakti Kominfo dirinya dan para pelaku UMKM dapat dengan mudah memasarkan produknya lewat online.

Baca Juga :  Jumlah ODP dan PDP Covid-19 di NTB Terus Bertambah 

“Alhamdulillah kami berterimakasih sekali dengan Bakti Kominfo karena telah melatih kami, emak-emak yang gaptek jadi melek digital dan alhamdulillah omset kami juga dapat meningkat karena adanya pelatihan digital marketing,” ucapnya.

Hal sama juga disampaikan Satria, pelaku UMKM lain di Desa Sukarara. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bakti Kominfo yang telah menurunkan program di Desa Sukarara terkait dengan layanan internet. Mengingat sebelumnya, ia tidak mengatahui cara mengakses internet maupun menggunakannya.

“Saya awalnya tidak tau apa itu internet, apa itu wahtsapp bisnis, instgaram, apalagi cara menggunakannya sangat susah. Tapi dengan adanya program Bakti Kominfo kami sangat terbantu sekali. Kami sampaikan terimakasih atas pelatihan Bakti sehingga saya dan warga lain bisa menggunakan internet untuk mempromosikan produk UMKM,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur LTI Untuk Pemerintah dan Masyarakat BAKTI, Danny Januar mengakui jika pada tahun 2019 lalu sinyal internet di Desa Sukarara masih sulit.

Setelah itu pemerintah lewat program 3T untuk percepatan infrastruktur telekomunikasi kemudian melakukan percepatan pemasangan infrastruktur yang ditempatkan dititik layanan publik  baik itu di kantor desa dan disalah satu layanan publik dilembaga pendidikan.

“Dengan kehadiran infrastruktur komunikasi atau internet, upaya apa yang bisa kita dorong agar layanan internet ini memberikan dampak kepada masyarakat. Maka kita mendorong  ekosistem digital dengan kita melakukan pelatihan digital marketing bagi masyarakat UMKM dengan pendampingan cukup lama dan saat ini kita bisa lihat contohnya di Desa Sukarara,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui setidaknya ada 30 UMKM yang telah diberikan pelatihan digital merketing di Desa Sukarara, Lombok Tengah. (sal)

Komentar Anda