Masyarakat Belum Rasakan Manfaat Pandan Duri

BENDUNGAN PANDAN DURI: Tampak panorama Bendungan Pandan Duri yang indah, dan dikatakan masyarakat seperti fatamorgana. Karena indah dilihat saja, namun tidak memberikan manfaat bagi masyarakat (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Keberadaan Bendungan Pandan Duri hingga kini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bahkan keberadaannya justeru dinilai telah merugikan masyarakat banyak. Bagaimana tidak, pembangunan bendungan yang telah menghabiskan ratusan miliar rupiah itu hingga kini masih juga belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang berada di wilayah timur dan selatan. Padahal, dengan digelontorkannya dana sebanyak itu, seharusnya semua masyarakat bisa menikmatinya.

“Kita sebagai masyarakat timur saat ini hanya bisa memandang keindahannya saja, dan masyarakat tidak bisa menikmatinya. Bendungan itu seperti fatamorgana, indah dilihat, namun tidak bisa dirasakan manfaatnya,” ungkap Kepala Desa Lepak Timur, Muhammad Tahir, kepada Radar Lombok, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis kemarin (17/11).

Dikatakan, Bendungan Pandan Duri merupakan salah satu penyumbang puso atau kekeringan yang melanda daerah Sakra Timur dan masyarakat selatan. Dimana sebelum ada bendungan ini, masyarakat Sakra Timur dan selatan tidak pernah mengalami kesulitan air, apalagi ketika musim hujan, air melimpah.

“Namun rembesan-rembesan air yang datang itu semuanya masuk dan tertampung di Bendungan Pandan Duri. Padahal dulunya masyarakat tidak kesulitan (air) seperti saat ini. Kita sebagai masyarakat kecil tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan seperti saat ini,” keluhnya.

Lebih lanjut dikatakan, Dam Pandan Duri pernah di buka pada saat para petani Sakra Timur mengalami kekeringan yang panjang. Hanya saja terlambat, air di buka pada saat petani sudah mengalami gagal panen, dan tidak di buka pada saat petani sedang membutuhkan. “Namun itu hanya sampai Desa Gelanggang dan Menceh saja. Jika mau membantun masyarakat Sakra Timur, seharusnya dibangun pintu air 7 dan 8, baru bisa merata,” ujarnya.

Hanya saja, pintu 7 dan 8 ini hingga sekarang belum ada tanda-tanda hendak dibangun. Padahal masyarakat saat ini sangat membutuhkan air untuk bertani. “Jika pemerintah benar-benar memperhatikan masyarakat, sekarang juga bisa kok dibuat. Tapi karena kemauan tidak ada, makanya belum di buat,” kesalnya.

Adanya rencana pada tahun 2017, Pandan Duri akan mulai di buka untuk irigasi yang menuju Sakra Timur, tentu di sambut hangat oleh masyarakat. Kali ini Kades Tahir berharap besar kepada pemerintah, untuk benar-benar menepati janjinya, agar masyarakat desanya bisa merasakan manfaat dari bendungan yang menghabiskan uang pembangunan sangat banyak tersebut.

“Jadi jangan hanya memberikan masyarakat harapan saja. Buka dong. Dari dulu kita harapkan ini di buka, kasian masyarakat,” pintanya.

Tidak hanya itu, dengan adanya rencana pemerintah akan membangun PDAM di lokasi Bendungan Pandan Duri, tentu akan menyebabkan debit airnya berkurang. Pasalnya air yang sejatinya untuk pertanian akan diolah menjadi air minum yang diperuntukkan untuk masyarakat selatan.

Sebelum rencana itu dijalankan, akan lebih baik kalau diundur karena bisa menyebabka debit air untuk pertanian berkurang. ”Logikanya seperti ini. Sekarang saja debit air sangat kurang, apabila PDAM di bangun disana, secara otomatis akan membutuhkan debit air yang banyak. Kalau tetap dibangun, nantinya untuk air minum ada, tetapi untuk bertani tidak ada. Tentu saja masyarakat akan kesulitan, dan ini sama dengan membunuh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perairan Kabupaten Lombok Timur ketika hendak dikonfirmasi terkait persoalan itu sedang tidak berada di tempat. Salah seoarang pegawainya mengatakan, kalau Kabid sedang keluar. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid