Masuk Kawasan Unram Harus Pakai KTM

UNRAM
PARKIR : Mahasiswa Unram hanya berbekal KTM bisa masuk lingkungan kampus Unram. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Universitas Mataram (Unram) kembali menerapkan kebijakan menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) di setiap pintu masuk lingkungan kampus. Unram telah mulai melakukan uji coba menggunakan Parkir Information System (Paris) bagi mahasiswa, dosen dan pegawai lingkup Unram, Senin kemarin (29/7).

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Dr Kurniawan mengatakan, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan serta penertiban bagi yang berkepentingan masuk ke Unram harus memperlihatkan KTM.

“Ini upaya yang kita lakukan supaya bisa mengontrol siapapun yang masuk di lingkungan kampus, agar keamanan dan kenyamanan mahasiswa serta segenap keluarga besar civitas akademi Unram,” kata Kurniawan kepada Radar Lombok, Senin (29/7).

Dikatakan, penggunaan KTM sebagai kartu parkir sekaligus  memberikan fungsi yang lebih efisien. Sebab kondisi ini juga langsung bisa memonitor apakah yang ke Unram tersebut mahasiswa atau tidak. Sebab selama ini, jika secara manual, maka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan sistem ini tentunya lebih efektif untuk keamanan dan kenyamanan mahasiswa serta lebih fokus melakukan kegiatan pembelajaran

“Saya pikir ini bagus, selain meningkatkan kenyamanan mahasiswa yang menuntut ilmu di Unram dan ini langkah yang kongkrit,” ujarnya.

Kurniawan mengakui jika penerapan sistem ini sebenarnya sudah 3 tahun berjalan. Hanya saja terjadi pro dan kontra, sehingga tidak diberlakukan. Namun tahun ini sistem ini harus dijalankan mendengar masukan dari berbagai pihak.

“Penerapan sistem ini mulai berlaku secara resmi 1 Agustus 2019 ini. Beberapa hari ini masih kita lakukan uji coba,” jelasnya.

Terpisah, Menteri Media Komunikasi dan Informasi Badan Ekskutif Mahasiswa (Medkominfo BEM) Unram Dwi Putra mengatakan, sistem Paris dengan KTM  bagi civitas akademik, dosen, karyawan maupun mahasiswa masih dalam uji coba.

“Tadi kita melakukan audensi dengan WR 2 terkait sistem ini,” terangnya.

Menurutnya, sistem ini masih bisa berubah untuk jalur-jalur sesuai dengan masukan berbagai pihak.

“Tadi percobaan pintu masuk saja, nanti bagaimana kedepan akan kita audensi lagi dengan pihak rektorat,” imbuhnya. (adi)