Masrun Paling Tajir, Aswatara Paling Sedikit

PALING TAJIR: Paket Masrun-Habib yang merupakan kandidat paling tajir dari kandidat lain yang maju di Pilkada Lombok Tengah. (M.Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA— Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun merupakan peserta pilkada yang paling tajir di daerah tersebut.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 20 Maret 2020, Masrun memiliki harta kekayaan hingga Rp 44.288.350.000. Harta terbesarnya berupa tanah dan bangunan mencapai Rp 41.942.050.000. Ada sepuluh bidang tanah yang tersebar di Lombok Tengah yang didapatkan dari hasil sendiri. Lalu ada dua bidang tanah di Lombok Tengah yang didapatkan dari warisan. Selain itu, Masrun juga punya tanah dan bangunan seluas 200 m2/100 m2 di Kota Malang, Jawa Timur senilai Rp 1.800.000.000 yang didapatkan dari hasil sendiri. Lalu ada bangunan seluas 50 m2 di Kota Jakarta Selatan senilai Rp 900.000.000 yang didapatkan dari hasil sendiri.

Selain tanah dan bangunan, kekayaan Masrun juga berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 1.041.000.000. Ada sembilan unit kendaraan yang dilaporkan. Yang paling mahal mobil Honda CRV RM3 tahun 2013 senilai Rp 275.000.000,- yang didapatkan dari hasil sendiri. Masrun juga punya perahu kayu tahun 2017 senilai Rp 6.000.000,-.

Masrun juga punya harta bergerak lainnya senilai Rp 3.616.500.000. Kas dan setara kas Rp. 398.800.000, harta lainnya Rp 360.000.000. Sehingga,sub total Rp 47.358.350.000. Namun Masrun tercatat punya hutang Rp 3.070.000.000. Hal itu membuat total harta kekayaan menjadi Rp 44.288.350.000.

Posisi selanjutnya calon bupati Lalu Pathul Bahri dengan kekayaan Rp 10.994.178.000. Pada LHKPN yang diserahkan tanggal 17 Maret 2020, kekayaan terbanyak Pathul berupa tanah dan bangunan senilai Rp 10.575.000.000. Pathul melaporkan lima bidang tanah dan bangunan yang didapatkan dari hasil sendiri serta warisan. Semuanya tersebar di Lombok Tengah. Pathul juga mendapatkan hibah tanpa akta tanah dan bangunan seluas 750 m2/672 m2 di Lombok Tengah senilai 6.000.000.000.

Selain tanah dan bangunan, Pathul juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 106.000.000. Rinciannya satu unit mobil Honda City tahun 2010 senilai Rp 100.000.000 dari hasil sendiri. Lalu ada sepeda motor HONDA SPM SOLO Tahun 2012 senilai Rp 6.000.000 dari hasil sendiri. Harta bergerak lainnya Rp 267.500.000, kas dan setara kas Rp. 45.678.000.

Posisi ketiga ada calon bupati Ahmad Ziadi dengan kekayaan Rp 9.929.962.000. Dalam LHKPN yang diserahkan tanggal 20 Januari 2020 itu, harta dan kekayaannya terbanyak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 10.525.000.000. Ada 14 bidang tanah yang tersebar di Lombok Tengah yang dilaporkan didapatkan dari hasil sendiri dan warisan. Lalu harta kekayaannya juga berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 181.000.000 terdiri dari dua unit mobil dan satu unit sepeda motor. Harta bergerak lainnya senilai Rp 315.000.000, kas dan setara kas Rp 1.500.000. Sub total Rp 11.022.500.000. Namun Ziadi tercatat punya hutang Rp 1.092.538.000. Sehingga, total harta kekayaan Rp 9.929.962.000.

Posisi selanjutnya calon bupati Lalu Saswadi Rp 4.844.650.000. Dalam LHKPN yang duserahkan tanggal 14 Januari 2020, harta dan kekayaannya terbanyak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 4.664.500.000. Ada lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Tengah yang didapatkan dari hasil sendiri. Harta lainnya berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 257.500.000 berupa dua unit mobil dan satu sepeda motor. Selanjutnya harta bergerak lainnya Rp 33.750.000, kas dan setara kas Rp 11.400.000. Saswadi juga tercatat punya hutang Rp 122.500.000.

Calon bupati Lale Prayitni dalam LHKPN yang diserahkan tanggal 4 Februari 2020 memiliki total harta Rp 3.598.655.699. Harta dan kekayaan terbanyak berupa tanah dan bangunan Rp 3.387.900.000 berupa empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Lombok Tengah dan Kota Mataram.Harta lainnya berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 50.100.000 terdiri dari satu unit mobil dan dua sepeda motor. Harta lainnya berupa harta bergerak lainnya Rp 135.303.350, kas dan setara kas Rp. 25.352.349. Lale juga tercatat punya hutang Rp 167.335.336.

Untuk calon wakil bupati Lombok Tengah yang terkaya yakni Habib Ziadi dengan total harta kekayaan Rp 2.419.414.141. Dalam LHKPN yang diserahkan tanggal 5 September 2020,harta dan kekayaan terbanyak berupa tanah dan bangunan Rp 1.635.000.000.Ada dua bidang tanah di Lombok Tengah yang didapatkan dari hasil sendiri. Lalu alat transportasi dan mesin senilai Rp 700.000.000 berupa satu unit mobil Toyota Pellpere tahun 2017 senilai Rp 700.000.000 yang didapatkan dari hibah tanpa akta. Habib juga memiliki harta berupa kas dan setara kas Rp 84.414.141.

Calon wakil bupati H Sumum memiliki total harta Rp 2.404.304.240. Dalam LHKPN yang diajukan tanggal 30 Maret 2020, harta terbanyak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 2.264.000.000. Ada sembilan bidang tanah yang tersebar di Lombok Tengah dan didapatkan dari hasil sendiri. Sumum juga memuliki harta kekayaan berupa alat transportasi dan mesin Rp 118.000.000,harta bergerak lainnya Rp 73.775.000, kas dan setara kas Rp. 29.000.000. Namun Sumum tercatat punya hutang Rp 80.470.760.

Untuk yang posisi ketiga calon wakil bupati Dahrun dengan harta kekayaan total senilai Rp 1.485.000.000. Dalam LHKPN tanggal 3 September 2020, harta terbanyak berupa dari tanah dan bangunan Rp. 1.800.000.000. Ada enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Barat didapatkan dari hasil sendiri. Namun Dahrun tercatat memiliki hutang Rp 315.000.000.

Calon wakil bupati M Nursiah yang memiliki total harta Rp 1.247.169.768. Dalam LHKPN tanggal 31 Maret 2020, kekayaan terbesarnya berupa tanah dan bangunan
senilai Rp 1.520.000.000. Ada empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Lombok Tengah didapatkan dari hasil sendiri. Lalu ada alat transportasi dan mesin senilai berupa sepeda motor tahun 2014 senilai Rp 7.500.000. Harta bergerak lainnya senilai Rp 149.000.000, kas dan setara kas Rp 40.669.768. Nursiah tercatat memiliki hutang Rp. 470.000.000.

Terakhir calon wakil bupati Lalu Aswatara memiliki total harta kekayaan Rp 871.440.000. Dalam LHKPN tanggal 30 Januari 2020, harta kekayaan Aswatara terbanyak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 844.500.000. Ada dua bidang tanah yang tersebar di Lombok Tengah didapatkan dari hasil sendiri. Lalu, alat transportasi dan mesin senilai Rp 91.200.000 berupa satu unit mobil dan dua sepeda motor. Harta bergerak lainnya senilai Rp. 53.740.000. Aswatara tercatat punya hutang Rp 118.000.000.

Sekretaris tim pemenangan Ahmad Ziadi- Lalu Aswatara, Andi Mardan menegaskan, dengan melihat kondisi kekayaan kandidat yang diusung oleh PPP-Demokrat ini, pihaknya optimis jumlah tersebut cukup untuk amunisi mereka memenangkan pilkada mendatang. Pihaknya juga mengaku bahwa meski Lalu Aswatara yang memiliki harta paling sedikit, tapi hal itu tidak terlepas dari profesinya sebagai ASN. “Cukuplah itu untuk bertarung, kalaupun paling sedikit (Lalu Aswatara), kayaknya karena ASN tulen tidak dicampur menjadi pengusaha,” ungkap Andi Mardan

Sementara itu, wakil Bupati Lombok Tengah, Habib Ziadi Tohir menegaskan, dengan kondisi yang ada saat ini, pihaknya mengaku sangat siap untuk memimpin Lombok Tengah kedepan, sehingga ia bersama pasangannya terus turun ke masyarakat untuk menjalin silaturrahmi. “Insya Allah kita siap menghadapi pilkada ini, mudah- mudahan tidak ada pengunduran. Setiap hari kita intensifkan silaturrahmi dan kita perkuat dukungan keluarga, relawan, soliditas tim. Semua pihak berduyun- duyun menyambut kehadiran kita, dan itu kita sangat apresiasi,” ungkap Habib Ziadi Tohir. (met)