Masalah SDN Model Dipastikan Segera Tuntas

PINDAH : Semua sarana sudah dipindahkan SDN Model Mataram dari eks gedung di SMPN 14 Mataram ke gedung baru eks gedung Universitas Terbuka.(SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemkot Mataram masih tetap mengusut kasus perusakan sekat SMPN 14 Mataram dengan SDN Model Mataram di jalan Brawijaya, Seganteng, Kecamatan Cakranegara, pada Jumat (2/9) lalu.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana berjanji akan menindak tegas oknum guru yang memprovokasi aksi siswa sehingga terjadi perusakan di sekolah itu. Dia sudah meminta dinas terkait untuk mengusut tuntas persoalan itu. Jika ditemukan ada indikasi provokasi, maka sudah barang tentu oknum bersangkutan akan diberikan sanksi. ‘’Kita tidak main-main. Apabila ditemukan ada pelanggaran, maka akan diambil tindakan tegas terhadap guru dan kepala sekolah untuk memberikan efek jera. Karena ini untuk kemajuan bersama terkait dengan dunia pendidikan di Kota Mataram,’’ tegas Mohan, Senin (26/9).

Namun, sambung Mohan, untuk sementara ini pembinaan serta pemulihan sekolah itu masih dilakukan secara bertahap. Salah satunya dengan merespons semua masukan dari para pihak untuk memindahkan akses belajar mengajar SDN Model ke gedung baru di eks gedung Universitas Terbuka di Lingkungan Dasan Lekong Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya. ‘’Kita sudah lakukan pemindahan sejak awal bulan September. Saat ini semua dipersiapakan untuk proses pembelajaran,’’ sambung Mohan.

Baca Juga :  AAUI NTB Gelar Literasi Asuransi untuk Negeri

Selain itu, Pemkot Mataram telah membangun komunikasi dengan komite dan wali murid terkait kepindahan SDN Model Mataram. Di samping itu, pemkot juga telah merekonsiliasi dan trauma healing untuk murid SDN Model dan siswa SMPN 14 Mataram. ‘’Kita juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk kita bersama-sama mengawal dunia pendidikan,’’ tandasnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Hj Istiningsih mengatakan, peristiwa dunia pendidikan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu menjadi cambuk bagi Pemkot Mataram untuk mengevaluasi sektor pendidikan. Sebab, semua pihak harus mengingat bahwa tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam undang-undang dasar negara republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. ‘’Kita harapkan jangan terulang kembali peristiwa memalukan seperti itu. Harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar tidak terulang lagi,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Angka Pengangguran di Kota Mataram Naik 0,84 Persen

Dia berharap, pembelajaran segera pulih kembali di tempat eks gedung UT. Psikis murid SD Model Mataram yang mengalami trauma harus segera dipuluhkan kembali agar bisa belajar dengan tenang. ‘’Jangan sampai ada gangguan lagi dengan peristiwa semacam itu karena murid-murid kita merupakan generasi emas Kota Mataram ke depan,’’ pungkasnya. (dir)

Komentar Anda