Masa Transisi Pemulihan Bencana Gempa Diperpanjang

IST/HUMAS LOBAR Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid memimpin doa ketika serah terima kunci RTG CLT di Desa Kekait, Jumat (22/11/2019).

GIRI MENANG–Pemerintah kembali memperpanjang masa transisi pemulihan akibat gempa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) hingga Desember 2020.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid berharap status itu tidak diperpanjang lagi di tahun berikutnya. Ia beralasan, Lombok Barat saat ini sudah bertahap bangkit dan tidak boleh terus-menerus terpuruk. “Mudah-mudahan bisa segera selesai. Dengan perpanjangan hingga saat sekarang ini dengan kerja sama semua pihak termasuk bantuan dari rekan-rekan fasilitator dan tentunya dengan dukungan penuh masyarakat penerima manfaat, mudah-mudahan apa yang direncanakan ini bisa dicapai,” ujarnya saat rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan rumah tahan gempa di Kantor Bupati Lobar, Sabtu (23/11).

Kegiatan yang dihadiri Dandim 1606/Lobar, Kapolres Lobar, fasilitator, perwakilan dari Bank BRI dan Bank Mandiri selaku bank yang dipercaya dan ditunjuk menjadi tempat transfer bantuan tahap kedua, serta 250 tamu undangan lainnya itu juga membahas proses belum tuntasnya verifikasi dan validasi data untuk usulan tahap berikutnya.

Dijelaskan bupati, terkait dengan langkah sistem zonasi yang diambil, berdasarkan evaluasi yang selama ini sudah berjalan ditemukan banyak hambatan. “Pertama, karena sebelum sistem zonasi, kita sangat sulit sekali untuk mengontrol kerja dari fasilitator dan aplikator. Termasuk kita tidak bisa mengontrol permainan dari ketua atau pengurus-pengurus pokmas sehingga banyak ditemui permasalahan seperti spesifikasi bangunan tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh BNPB,” jelasnya.

Posisi di Lombok Barat terangnya, sudah masuk lagi dana sekitar Rp 24 miliar dan masih tersisa yang belum sekitar Rp 60 miliar. BNPB termasuk dari pusat berkomitmen untuk melanjutkan itu sampai dengan 100 persen sesuai dengan hasil validasi dan sesuai dengan jumlah rumah yang rusak yang di SK-kan. “Di Lombok Barat ini hampir tidak ada hambatan terkait pencairan bantuan dana gempa. Saya kira tanpa menjalin kebersamaan ini tidak akan mungkin bisa kita bekerja, laksanakan dengan baik,” ujar Fauzan.

Sementara itu Dandim 1606/Lobar Kolonel CZI Efrijol Kroll mengatakan, dari hasil pengamatannya, progres pembangunan di Lombok Barat dirasa paling bagus progresnya dibandingkan dengan kabupaten yang lain. “Dari hasil pengamatan kami, Lombok Barat progresnya yang paling bagus dibandingkan dengan kabupaten lain dan ini perlu kita apresiasi. Dan sampai saat ini kita sudah mencapai 80 persen, hasil yang dicapai saat ini berkat kerja sama kita semua,” ungkapnya. (*)