Masa Tenang, Caleg tak Tenang

Masa Tenang, Caleg tak Tenang
DITERTIBKAN : Sejumlah alat peraga kampanye calon legislatif (caleg) di salah satu titik Kota Mataram ditertibkan oleh tim Bawaslu Kota Mataram kemarin. Penertiban dilakukan sejak hari Minggu (14/4) berkaitan dengan masa tenang Pemilu. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Masa tenang Pemilu berlangsung mulai 14 hingga 16 April. Namun namanya saja masa tenang, para caleg justru tidak tenang lantaran proses sosialisasi masih dianggap kurang waktunya.

Beberapa caleg yang dihubungi Radar Lombok mengakui kondisi saat ini cukup menegangkan. Berbagai persoalan muncul mulai dari permintaan uang dari pemilih hingga ketakutan tidak akan mendapat kursi wakil rakyat. Untuk benar-benar mendapatkan masa tenang, beberapa caleg memilih untuk tinggal sementara waktu di tempat tertentu.”Saya menghargai masa tenang dengan balik ke Lombok,” ungkap caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Johan Rosihan kepada Radar Lombok, Minggu (14/4).

Johan merupakan caleg DPR-RI daerah pemilihan (Dapil) NTB I atau Pulau Sumbawa. Pileg kali ini merupakan pengalaman pertama Johan menuju Senayan. Johan merupakan anggota DPRD Provinsi NTB. Pernah juga maju menjadi calon Wakil Gubernur NTB namun gagal.

BACA JUGA: Jelang Pemilu, Permintaan Amplop Meningkat

Meninggalkan dapil pada masa tenang semata-mata ingin mendapatkan ketenangan. Apabila tetap berada di Pulau Sumbawa, tentu saja akan banyak hal yang membuat pikirannya ruwet. “Meninggalkan dapil biar saya benar-benar tenang,” ungkapnya.

Meski begitu, Johan tentu saja tetap memantau pergerakan suara di lapangan. Kini dirinya hanya membutuhkan suasana tenang agar bisa berdoa kepada Tuhan dengan lebih khusyuk di Kota Mataram.”Sel-sel pemenangan Insyaa Allah sudah siaga di posisi masing-masing,” ucapnya. 
Caleg DPR-RI lainnya, H. Usmar Iwan Surambian, juga sudah berada di Mataram.” Tiang nginap di Mataram sampai hari H (hari pencoblosan). Itu untuk berdiskusi sama tim-tim yang dari Kota Mataram, Lobar dan KLU,” terangnya.

Meski masa tenang, bukan berarti hati dan jiwa caleg tenang. Namun Iwan Surambian bukanlah politisi karbitan yang mengandalkan ketokohan orang lain seperti caleg lainnya.  Bagi Iwan, politik merupakan wadah mengabdi kepada masyarakat. Menjadi wakil rakyat, bukanlah jabatan yang harus dikejar mati-matian. “ Politik itu tidak akan pernah menegangkan ketika kita sentuh dengan perasaan cinta. Semuanya kita serahkan pada Allah SWT, yang penting kita sudah banyak berikhtiar,” ujarnya.

Kalah atau menang, bagi anggota DPRD Provinsi NTB ini merupakan hal yang biasa saja. “Dan yang penting jangan terlalu memaksakan diri sampai habis-habisan. Termasuk harta benda terkuras, berhutang sana-sini. Itu yang akan menjadi beban hidup. Itulah salah satu penyebab ketegangan, apalagi kalau kalah,” ucapnya.

Caleg inkumben DPRD Provinsi NTB dari Partai Gerindra, H. Hamja hingga saat ini masih terus menerima banyak tamu di rumahnya. Tentu saja dirinya harus memikirkan masalah finansial yang menjadi risiko dalam dunia politik. Meski begitu, Hamja yang menjadi Caleg DPRD NTB Dapil Lombok Timur bagian utara (Dapil III), tetap memilih untuk berada di rumah dan melayani siapa saja yang datang. “Insya Allah kita tetap dipercaya oleh masyarakat untuk mewakili mereka lagi. Kita sudah berikhtiar juga. Sekarang kita serahkan kepada Tuhan, saya hanya ingin melayani masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik,” ujarnya.

Caleg Dapil I DPRD Lombok Tengah, Suparman, mengaku saat ini sudah pasrah. Semua telah diserahkan kepada Tuhan. “Sudah jelas peta di lapangan. Optimis tetap ada, yakin jangan terlalu. Tapi melihat dari perjuangan by name, by adress dan by phone. Inya Allah kita menang, tinggal reda Allah saja,” katanya.

Parman mengaku tidak tegang menghadapi pileg. Meski dirinya baru pertama kali maju sebagai caleg, namun semua dihadapi dengan santai. “ Yang penting kita sudah berusaha dan ikhtiar, selanjutnya kita serahkan kepada Allah SWT. Segala usaha sudah kita lakukan, baik sosial maupun finansial,” ucapnya.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid