Mareje Kondusif, Warga di Pengungsian Bisa Pulang

DAMAI : Bupati Lombok Barat saat datang ke Mareje disambut antusias warga yang sepakat hidup rukun kembali. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG- Warga Desa Mareje Kecamatan Lembar yang diungsikan di Mapolres Lombok Barat pasca konflik yang berujung pembakaran rumah, Selasa (3/5) lalu, akan segera dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Kini kondisi Mareje sangat kondusif. Warga sepakat berdamai dan kembali hidup rukun. Polisi menjamin keamanan warga.

Kepala Desa Mareje, H. Muksin Salim, mengatakan kondisi di desanya sudah kondusif. Warga sudah mulai beraktivitas normal seperti sedia kala. “ Makanya rencananya, pekan ini warga akan kami pulangkan ke rumah masing-masing,” kata Muksin kemarin.

Suasana kian kondusif setelah pada Jumat lalu warga disambangi oleh Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Kapolda NTB. Warga kembali membaur seperti hari-hari sebelumnya. Mudah-mudahan tidak ada aral melintang, minggu ini sudah bisa dipulangkan,” harapnya.

Warga sepakat berdamai. Poin perdamaian diteken bersama dan disebarluaskan oleh pihak desa, tokoh agama dan masyarakat.

BACA JUGA :  Perintah Tutup Sekolah Bupati tak Ditaati

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lobar, TGH Subki Sasaki, mengatakan pihaknya bersama aparat keamanan dan seluruh tokoh lintas agama menjamin keamanan warga. FKUB sendiri telah melakukan upaya merekatkan kembali jarak antar warga dengan melakukan silaturahmi. Subki mengingatkan semua pihak untuk melakukan setidaknya empat hal yakni terbuka pikiran, terbuka tangan, terbuka hati dan terbuka rumah. Jika semua sudah terlaksana, maka kedamaian dan ketenteraman warga akan muncul.

Konflik terjadi akibat kesalahpahaman pada acara pawai takbiran pada malam lebaran beberapa waktu lalu. Kesalahpahaman mengakibatkan terjadinya pembakaran enam unit rumah warga Dusun Ganjar Desa Mareje. Beberapa hari setelah kejadian, unsur Pemkab Lobar bersama TNI dan Polri bergotong-royong membersihkan rumah yang terbakar. Pemerintah berjanji membantu pembangunan kembali rumah warga yang rusak. “Insyaallah akan dibantu untuk diselesaikan, tapi yang paling penting adalah kesalahpahaman ini harus diluruskan,” ungkap Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, usai salat jumat di masjid Dusun Bangket Lauk Desa Mareje.

BACA JUGA :  Kacau, Tiga Kubu Partai Berkarya Lobar Saling PAW

Gubernur berharap agar masyarakat dimanapun berada untuk tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, keadaan aman itu menjadi syarat dan prasyarat kegiatan nasional maupun internasional bisa dilakukan di NTB. “Insyalaah tidak ada masalah yang serius, tapi itu semua karena kesalahpahaman saja,” tegasnya.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengingatkan kepada masyarakat Desa Mareje bahwa daerah ini sangatlah indah dan harus dijaga. Keberagaman dan kebersamaan harus tetap dijaga. “Dan terpenting adalah, akar dari keluarga-keluarga di sini (Mareje) awalnya dari satu. Artinya, semua berkaitan secara kekeluargaan dan kekerabatan,”ungkapnya.(ami)