Marbot di NTB Tidak Dapat Insentif

Ahmad Masyhuri, SH (Faesal/radarlombok.co.id)
Ahmad Masyhuri, SH (Faesal/radarlombok.co.id)
Advertisement

MATARAM – Di tengah pendemi Covid-19, marbot masjid dan penjaga tempat ibadah lainnya di NTB tidak mendapatkan insentif.

  Mereka hanya mendapatkan paket bahan makanan melalui program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.  Hal tersebut disampaikan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, Ahmad Masyhuri, SH. “Untuk tahun ini tidak tersedia anggaran untuk insentif marbot. Tapi untuk meringankan beban marbot akibat Covid-19 pemprov memberikan paket JPS Gemilang kepada para marbot,”ungkapnya.

  Dikatakan, hingga saat ini jumlah marbot yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota di NTB sebanyak 2516 orang ditambah jumlah penjaga rumah ibadah agama lain sebanyak 240 orang. “Sebanyak 2756 orang se-NTB, yang terdiri dari marbot masjid dan penjaga rumah ibadah agama lainnya,”terangnya.

 Dari total jumlah tersebut, sambungnya, tidak semua Marbot maupun penjaga rumah ibadah yang mendapatkan program JPS Gemilang. Karena ada juga yang mendapatkan bantuan dari sumber lainnya. “Yang dapat JPS Gemilang sekitar 60 persen dari jumlah yang ada, karena yang lain sudah mendapat dari sumber lain,”ujarnya.

 Ahmad juga menegaskan, terkait tidak adanya insetif yang diberikan, bukan karena anggaran dialihkan untuk penanggulangan Covid-19. Tetapi anggaran di ABPD 2020 tidak tersedia untuk insentif marbot maupun penjaga rumah ibadah agama lainnya. “Memang dari APBD murni tidak tersedia angggarannya,”tegasnya.

 Karena memang untuk insetif para marbot dan penjaga rumah indah terakhir mendapatkan pada 2016. Namun ketika ditanyakan apakah pada tahun 2021 nanti insetif akan kembali dianggarakan atau tidak?. Ahmad enggan menjawab pertanyaan tersebut. Ia hanya mengatakan masalah insetif ini bukan hanya tidak ada pada tahun 2020. “Tidak, terakhir ada pada tahun 2016,”katanya.

 Disisi lain, dalam kesempatan yang sama Karo Kesra Setda Provinsi NTB didampingi Kabag Dikbudpora dan Kasubbag Dikbud mengikuti zoom meeting advokasi tiga program Prioritas Nasional Desa Pangan Aman, Pasar Aman dari Bahan Berbahaya dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman.

 Pertemuan advokasi diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Mataram. Kegiatan tersebut bertujuan untuk sosialisasi program memperoleh dukungan pelaksanaan program, pengawalan berkelanjutan program yang telah diintervensi dan mereplikasi program sehingga mendorong kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid