Maraknya Vila di Pegunungan Diduga Jadi Penyebab Banjir

Djohan Sjamsu (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi penyebab banjir bandang dan longsor di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Minggu (16/10) lalu itu.

Untuk sementara ini kata Djohan, penyebab bencana baru disimpulkan karena curah hujan tinggi. Selain itu karena diduga gundulnya hutan di areal perbukitan akibat aksi penebangan liar untuk pembukaan ladang. “Makanya nanti kita mau tanam pohon lagi untuk mencegah terjadinya bencana,” jelasnya, Rabu (19/10).

Disinggung mengenai maraknya vila di pegunungan yang diduga jadi penyebab longsor, Djohan mengatakan bahwa itu juga bagian yang akan dievaluasi.

“Saya juga tidak tahu persis kok vila itu sudah berdiri di sana. Jadi nanti kita atur kembali bagaimana caranya supaya gunung-gunung ini tidak penuh dengan vila. Kasihan yang di bawahnya nanti,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Cek Pengukuran Lahan Proyek Pantai Bintang

Ditegaskan, izin vila-vila yang ada ini kata Djohan kebanyakan dikeluarkan sejak belasan hingga puluhan tahun lalu. Untuk itu pihaknya berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang mengeluarkan izin saat itu. “Insyaallah itu akan segera kita laksanakan,” ungkapnya.

Untuk izin-baru saat dirinya menjabat kata Djohan mulai diperketat. Jangan sampai itu nantinya merusak alam yang ada dan menimbulkan bencana.

Untuk vila yang sudah berdiri ia meminta agar memperbanyak menanam pohon di sekitarnya yang bisa menyerap air. “Ini bagian dari upaya pencegahan yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sakralnya Maulid Adat Sesait

Data sementara  warga yang terdampak bencana di Desa Malaka  yaitu di Dusun Malimbu 152 KK atau 578 jiwa dengan 1 unit rumah terendam dan Dusun Setangi 93 KK atau 281 jiwa  dengan 6 unit rumah terendam. Saat ini pendataan rumah rusak masih terus dilakukan untuk mengetahui persis yang rusak berat, sedang dan ringan.

Terhadap warga yang terdampak sudah diberikan bantuan dari Pemda KLU melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA). Bantuannya berupa beras 475 kg, tikar matras 2 paket, kid wear 2 boks, perlengkapan dapur keluarga 4 boks, terpal 2 buah dan selimut 2 buah. (der)

Komentar Anda